Politikamalang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendukung penuh penyelenggaraan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) II Tahun 2026 yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.
Kegiatan dengan tema “Menyiapkan Kader Pemimpin Bangsa” tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., pada Senin (21/9/2026) siang.
Turut hadir Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim, Kabid Pendidikan Muadalah dan Diniyah Kemenag RI, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah, jajaran Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Forkopimcam Pujon, para pembina, dan ribuan santri peserta KSMN II dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Bupati Malang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PP Muhammadiyah yang memilih Kabupaten Malang sebagai lokasi KSMN II.
Menurutnya, KSMN merupakan ruang strategis untuk menempa karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan santri.
“Saya optimistis, 40 tahun yang akan datang, adik-adik yang sekarang mengikuti kemah ini akan menjadi pemimpin-pemimpin terbaik Indonesia. Ada yang menjadi bupati, gubernur, menteri, bahkan presiden,” ujar Bupati Sanusi.
Bupati mengingatkan prinsip Syubbanul Yaum Rijalul Ghad, yang artinya “Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan”.
Oleh karena itu, momentum KSMN harus dimanfaatkan untuk membangun karakter, wawasan kebangsaan, kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa santri di era saat ini tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama dan akhlakul karimah, tetapi juga harus menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan masa depan.
“Santri harus memiliki ilmu agama yang kuat, akhlak yang baik, tetapi juga harus menguasai iptek. Dengan bekal tersebut, santri akan mampu mengambil peran lebih besar dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Malang berpesan agar peserta KSMN II menjadi generasi yang seimbang antara religius dan nasionalis, cerdas dan berakhlak, serta kritis dan santun.
Kegiatan perkemahan ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi antarsantri dan menumbuhkan semangat kebangsaan.



