Share

Fenomena Bunuh Diri Mahasiswa Meningkat, DPRD Kota Malang Dorong Gerakan Entrepreneurship

Fenomena Bunuh Diri Mahasiswa Meningkat, DPRD Kota Malang Dorong Gerakan Entrepreneurship
Dr. Indra Permana, SE., MM, bersama generasi muda

Share

Politikamalang – Fenomena bunuh diri di kalangan mahasiswa di Kota Malang dinilai kian mengkhawatirkan dan tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan individual semata. Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dr. Indra Permana, SE., MM, menyebut kondisi ini sebagai fenomena sosial yang menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Kita tidak bisa terus menyederhanakan persoalan ini sebagai masalah pribadi. Ketika kasus demi kasus terjadi, maka yang bermasalah bukan hanya individu, tetapi juga ekosistem yang membentuknya,” kata Indra.

Menurut dia, meningkatnya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pembentukan ketahanan mental dan arah hidup generasi muda. Mahasiswa saat ini dinilai menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tuntutan akademik, ekspektasi keluarga, hingga pengaruh media sosial yang menciptakan standar kesuksesan semu.

Di sisi lain, banyak mahasiswa belum memiliki bekal yang cukup untuk mengelola stres, menghadapi kegagalan, dan menemukan makna hidup. Kondisi tersebut, lanjutnya, berpotensi melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi belum tangguh secara mental.

Indra menilai sistem pendidikan masih terlalu berfokus pada aspek akademik dan belum optimal dalam membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemandirian mahasiswa.

Sebagai solusi, DPRD Kota Malang mendorong lahirnya gerakan entrepreneurship di kalangan mahasiswa sebagai langkah strategis jangka panjang. Ia menegaskan bahwa entrepreneurship tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis, tetapi juga proses pembentukan karakter.

“Entrepreneurship dapat membangun daya juang, melatih keberanian menghadapi risiko, serta meningkatkan rasa percaya diri. Yang terpenting, memberikan arah dan tujuan hidup,” ujarnya.

Mahasiswa yang memiliki aktivitas produktif dan visi hidup yang jelas dinilai lebih mampu menghadapi tekanan dan tidak mudah terjebak dalam keputusasaan. Selain itu, gerakan entrepreneurship juga diyakini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal.

Meski demikian, ia menekankan bahwa upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain menghadirkan inkubator bisnis mahasiswa, menyediakan pendampingan dari pelaku usaha, serta menciptakan ruang aktualisasi diri yang sehat dan produktif.

Selain entrepreneurship, penguatan pendidikan kepemimpinan juga dinilai penting agar mahasiswa mampu mengelola emosi, mengambil keputusan, dan bangkit dari kegagalan.

“Persoalan bunuh diri bukan hanya tentang tekanan hidup, tetapi juga tentang hilangnya harapan dan arah,” katanya.

Ia berharap Kota Malang dapat bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

“Malang harus menjadi tempat tumbuhnya harapan, bukan berakhirnya harapan,” ujar Indra.