Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Hadapi Tantangan Digital, KJJT Perkuat Kapasitas Wartawan Indonesia

Momen puncak dalam acara Musyawarah Besar (MUBES) KJJT Indonesia dan HUT Ke-7 di Sahid Hotel, Surabaya. (Ist.)

Share

SURABAYA, POLITIKAMALANG.COM – Dunia jurnalistik menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital.

Kondisi ini mendorong Komunitas Jurnalis Jaringan Terpadu (KJJT) Indonesia memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kompetensi para jurnalis.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Musyawarah Besar (Mubes), peringatan HUT ke-7, dan Stadium General KJJT Indonesia yang digelar di Sahid Hotel Surabaya, Selasa-Rabu, 8-9 September 2026.

Mengusung tema “Menata Organisasi, Menuju Pers yang Sehat dan Insan Jurnalis yang Kompeten”, rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi organisasi, sekaligus tantangan pers di tengah perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi pelaksanaan Stadium General tersebut.

Menurutnya, forum yang mempertemukan jurnalis, pemerintah, dan penegak hukum memiliki peran penting dalam membangun kesamaan pemahaman terkait keterbukaan informasi publik.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi Stadium General ini sebagai ruang diskusi strategis yang mempertemukan insan pers, penegak hukum, dan pemerintah,” kata Sherlita, Rabu (9/9/2026).

Ia menilai perkembangan teknologi digital telah membuat produksi, penyebaran, hingga konsumsi informasi berubah sangat cepat.

Selain keterbukaan informasi dan peningkatan teknologi, Sherlita menekankan pentingnya peningkatan kompetensi jurnalis.

Menurutnya, jurnalis tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga harus memahami etika, regulasi, independensi, akurasi, dan keberimbangan.

Jurnalis dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik dan tanggung jawab kepada publik.

Sementara itu, Ketua KJJT Indonesia Nur Arif mengatakan Mubes menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah KJJT Indonesia ke depan.

Penataan kelembagaan, kata dia, diperlukan agar organisasi semakin solid dan mampu memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dunia pers.

Peringatan HUT ke-7 juga menjadi ajang memperkuat solidaritas antarjurnalis.

Sedangkan Stadium General diarahkan sebagai ruang untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kapasitas anggota dalam menghadapi tantangan baru di dunia jurnalistik.

KJJT Indonesia berharap penguatan organisasi dan kompetensi tersebut dapat ikut menjaga pers tetap sehat serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan dipercaya masyarakat.

Upaya tersebut diharapkan turut memperkuat kehidupan pers yang sehat dan membangun hubungan konstruktif antara pers, pemerintah, serta penegak hukum dalam mendukung keterbukaan informasi publik.