Share

Kaji Indra Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Kota Malang dengan Pendekatan Mikro Makro yang Terukur

Kaji Indra Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Kota Malang dengan Pendekatan Mikro Makro yang Terukur
Kaji Indra dalam rangkaian serap aspirasi di wilayah Kedungkandang

Share

Politikamalang – Rangkaian serap aspirasi di wilayah Kedungkandang menghadirkan sudut pandang baru dalam melihat perkembangan ekonomi warga. Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Dr. H. Indra Permana SE., MM, yang akrab disapa Kaji Indra, membuka dialog dengan pendekatan yang lebih mendalam. Mengkaji masalah ekonomi bukan hanya dari permukaan, tetapi dari struktur mikro hingga makro yang saling berkaitan.

Dalam sesi dialog, Kaji Indra menjelaskan bahwa peningkatan ekonomi warga tidak bisa hanya disandarkan pada bantuan sesaat. Ekonomi keluarga dan usaha kecil harus dihubungkan dengan sistem yang lebih besar: rantai pasok, akses permodalan, digitalisasi, hingga struktur pasar yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.

“Usaha kecil bisa berkembang, tetapi ekosistemlah yang menentukan apakah ekonomi itu mampu bertahan dan naik kelas,” terang Kaji Indra di hadapan warga.

Bagi Kaji Indra, penguatan ekonomi mikro seperti UMKM, usaha rumahan, dan keterampilan kerja adalah fondasi yang akan menggerakkan ekonomi makro kota.

Ia memaparkan bahwa UMKM harus memiliki akses pembinaan yang berkelanjutan, pelaku usaha perlu ditopang dengan strategi pemasaran yang terstruktur, dan setiap kelurahan harus diarahkan memiliki potensi ekonomi unggulan sebagai pusat pertumbuhan baru.

“Pendekatan seperti ini membuat diskusi terasa hidup, karena warga tidak hanya menyampaikan keluhan, tetapi juga memahami bagaimana setiap masalah bisa dihubungkan dengan strategi ekonomi kota secara keseluruhan,” ungkapnya.

Kaji Indra bersama warga Kedungkandang

Agenda serap aspirasi ini bukan sekadar forum mendengar, melainkan proses penyusunan langkah konkret. Kaji Indra mengolah setiap masukan warga menjadi bagian dari kerangka pembangunan ekonomi: peningkatan alat produksi, dukungan psikologis bagi keluarga rentan, pembukaan lapangan kerja baru, hingga pembentukan jejaring pasar bagi produk lokal.

Kaji Indra memandang bahwa kebijakan yang baik lahir dari mendengarkan langsung denyut ekonomi masyarakat, kemudian menghubungkannya dengan arah pembangunan jangka panjang.

Di berbagai kesempatan, Kaji Indra menegaskan bahwa masa depan Kota Malang harus dibangun melalui ekonomi yang mandiri dan berdaya. Bukan hanya tumbuh, tetapi mampu menciptakan peluangnya sendiri.

Dengan penguatan UMKM, peningkatan keterampilan masyarakat, serta optimalisasi potensi wilayah, Kota Malang diyakini mampu berdiri sebagai kota yang kokoh secara ekonomi dan sosial.

“Ketika warga berdaya, kota akan melesat. Dan kemandirian ekonomi adalah langkah awal menuju Malang yang lebih kuat,” pungkasnya.