Politikamalang – Anggota Komisi B DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, Dr. H. Indra Permana, S.E., M.M., atau yang akrab disapa Kaji Indra, menegaskan bahwa Karang Taruna adalah salah satu benteng sosial dan solusi strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa, terutama pengangguran dan lemahnya kemandirian ekonomi pemuda.
Hal tersebut disampaikan Kaji Indra dalam diskusi kepemudaan bersama Karang Taruna Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Dalam pemaparannya, Kaji Indra menekankan bahwa pemuda harus bergerak dari konsumtif menjadi produktif, dari sekadar komunitas menjadi kekuatan ekonomi, sosial, dan peradaban.
“Jika kita ingin masa depan bangsa lebih baik, maka jawabannya ada pada pemuda. Karang Taruna harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pemuda tangguh, kreatif, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi,” tegas Kaji Indra.

Menurutnya, pengangguran tidak cukup diselesaikan dengan menunggu lapangan kerja, tetapi harus diatasi melalui penciptaan lapangan kerja. Karena itu, Kaji Indra mendorong agar Karang Taruna bertransformasi menjadi inkubator kegiatan sosial dan entrepreneurship pemuda.
Solusi Konkret dari Kaji Indra untuk Karang Taruna:
- Program Inkubasi Wirausaha Pemuda
Pelatihan bisnis, literasi keuangan, dan pendampingan usaha berbasis potensi kampung. - Koperasi Karang Taruna
Untuk mengelola unit usaha bersama dan menciptakan kemandirian organisasi. - Digital Skill & Media Kreatif
Pelatihan editing video, desain, marketing digital, dan konten ekonomi kreatif. - Pusat Pelatihan Kerja Tingkat Kelurahan
Kerja sama Karang Taruna, UMKM, dan perusahaan agar pemuda siap kerja. - Gerakan Sosial Berkelanjutan
Program lingkungan, kesehatan, dan edukasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Dengan pemuda yang berdaya, kampung akan kuat. Dan jika kampung kuat, bangsa ini akan berdiri jauh lebih terhormat,” tambah Kaji Indra.
Sementara itu, Camat Sukun, Dr. Dian Kuntari, M.Si., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyambut baik gagasan Kaji Indra. Ia menekankan bahwa Karang Taruna harus adaptif dan progresif di era persaingan global.
“Karang Taruna wajib kreatif, visioner, dan memiliki jiwa entrepreneurship. Pemuda Sukun harus mampu membaca peluang, bukan hanya menunggu kesempatan. Pemerintah siap mendukung gerakan kemandirian ini,” ujar tandasnya.



