Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Karhutla Kembali Melanda Bromo, Api Mendekati Jembatan Kaca Seruni Point

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan perbukitan Seruni Point di sekitar Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. (Ist.)

Share

PROBOLINGGO, POLITIKAMALANG.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Kali ini, kebakaran terjadi di Blok Seruni, Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dan mulai mendekati kawasan wisata Jembatan Kaca Bromo.

Kebakaran terpantau sejak Kamis (27/8/2026) dini hari. Api berada di lereng timur kawasan Jembatan Kaca dan merambat di area vegetasi sekitar Seruni Point.

Menyikapi kondisi tersebut, petugas gabungan kembali dikerahkan untuk mencegah api meluas.

Personel yang terlibat meliputi unsur TNI, Polri, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, serta relawan.

Pemadaman dilakukan secara manual dengan melokalisasi titik api dan membuat sekat untuk mencegah kobaran mendekati kawasan wisata maupun permukiman.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar TNBTS menyampaikan bahwa kebakaran yang melanda kawasan Bromo pada awal Agustus berdampak cukup luas. Berdasarkan data per 9 Agustus 2026, luas area yang terbakar mencapai sekitar 520 hektare.

Kondisi tersebut sempat menyebabkan kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total. Setelah api berhasil dikendalikan melalui operasi terpadu selama 13 hari, kawasan wisata Bromo kembali dibuka pada 20 Agustus 2026.

Namun, beberapa hari setelah dibuka kembali, kebakaran kembali muncul di kawasan Seruni Point. Lokasi api yang berada di sekitar lereng kawasan wisata menjadi perhatian karena berdekatan dengan Jembatan Kaca Bromo dan sejumlah penginapan.

Api Mendekati Kawasan Wisata

Munculnya titik api di Blok Seruni menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di sekitar Cemoro Lawang.

“Pagi tadi kami mendapat informasi bahwa terjadi kebakaran di lereng timur Jembatan Kaca Bromo, sehingga semua petugas gabungan bergerak untuk mengendalikan titik api di sana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).

Petugas terus melakukan pemadaman untuk mencegah api merambat lebih jauh. Kondisi angin yang kencang dan vegetasi yang kering berpotensi mempercepat penyebaran api di kawasan perbukitan.

Sebelumnya, kebakaran pada pertengahan Agustus juga sempat merambat hingga mendekati Seruni Point dan Jembatan Kaca.

Saat itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menutup kawasan Seruni Point guna mengurangi risiko terhadap wisatawan.

Kebakaran terbaru juga dilaporkan mendekati Homestay Tengger Indah yang berada di sekitar lokasi. Tim gabungan segera melakukan pemadaman dan mencegah api bergerak menuju kawasan yang lebih padat dengan aktivitas warga.

Pengamanan Kawasan Diperketat

Penanganan karhutla di kawasan Bromo menghadapi sejumlah tantangan. Sebagian titik api berada di perbukitan dengan medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Oleh karena itu, petugas harus berjalan kaki dan melakukan pemadaman secara manual.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kobaran tidak meluas ke kawasan wisata, permukiman, maupun vegetasi lain di sekitar TNBTS.Kebakaran di kawasan konservasi menjadi perhatian serius.

Selain berpotensi mengganggu aktivitas wisata, kebakaran juga dapat merusak habitat dan ekosistem di dalam kawasan taman nasional.

Pemerintah dan petugas gabungan mengimbau masyarakat serta wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di kawasan Bromo.

Pengunjung juga diminta menghindari tindakan yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau menyalakan api di area rawan.

Munculnya kembali karhutla setelah kawasan Bromo dibuka menjadi pengingat bahwa risiko kebakaran di kawasan konservasi masih tinggi.

Pengawasan dan upaya pencegahan perlu terus diperkuat agar kebakaran tidak kembali meluas serta membahayakan wisatawan dan kelestarian ekosistem Gunung Bromo.