YOGYAKARTA, POLITIKAMALANG.COM — Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan pelatihan budidaya ayam petelur skala rumah tangga terintegrasi dengan maggot Black Soldier Fly (BSF).
Pelatihan yang menyasar ibu-ibu PKK Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini digelar pada 24 Juli 2026.
Program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan dan pengelolaan sampah organik rumah tangga guna mendukung ketahanan pangan serta membuka peluang usaha ramah lingkungan.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mengenalkan sistem kandang baterai untuk ayam petelur yang praktis bagi skala rumah tangga.
Materi yang disampaikan mencakup pemilihan bibit, desain kandang, manajemen pakan dan air minum, pencegahan penyakit, hingga teknik pemanenan telur.
Selain itu, peserta dibekali teknik budidaya maggot BSF dari fase penetasan telur hingga menjadi lalat.
Penanggung jawab program, Nafi’atush Sholikhah, menjelaskan bahwa pendekatan praktik langsung menjadi kunci utama pelatihan ini.

Mahasiswa menghadirkan contoh nyata unit budidaya ayam sistem baterai beserta kandang maggot BSF di lokasi.
“Kami menghadirkan percontohan integrasi ayam petelur dan maggot BSF lengkap dengan kandangnya. Harapannya, ibu-ibu PKK dapat melihat langsung penerapannya dan terbayang cara mengembangkannya di pekarangan rumah masing-masing,” ujar mahasiswa Fakultas Peternakan UGM angkatan 2023.
Integrasi ini menerapkan konsep sirkular ekonomi dan pemanfaatan limbah (zero waste). Sisa makanan rumah tangga diolah menjadi pakan maggot BSF, lalu maggot dipanen sebagai pakan kaya protein bagi ayam petelur.
Telur yang dihasilkan dapat dikonsumsi untuk memenuhi gizi keluarga atau dijual sebagai sumber pendapatan tambahan. Siklus ini terbukti efektif menekan biaya pakan sekaligus mengurangi limbah organik.
Ketua PKK sekaligus Ibu Kepala Desa Sumber Sari, Wantini, mengapresiasi inisiatif tim KKN-PPM UGM. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat aplikatif bagi masyarakat desa.
“Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa KKN UGM yang memberikan pelatihan ini. Pengetahuan dan praktiknya sangat berguna, sehingga harapannya ibu-ibu bisa langsung mempraktikkannya di rumah,” tutur Wantini.
Melalui pelatihan ini, keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti saat masa KKN berakhir, melainkan dapat dikembangkan secara bertahap oleh warga.
Pemanfaatan pekarangan dan limbah rumah tangga ini menjadi langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga serta mendorong kegiatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.



