Share

Menggali Potensi Kota Malang, Sinergi Pendatang dan UMKM sebagai Solusi mengatasi Pengangguran melalui Konsep Hexa Helix

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, H. Indra Permana, S.E., M.M.

Share

Oleh: H. Indra Permana, S.E., M.M.
Wakil Ketua Fraksi PKS & Anggota Komisi B DPRD Kota Malang

Politikamalang – Kota Malang bukan hanya kota pendidikan, tetapi juga pusat ekonomi dengan arus pendatang yang tinggi. Dengan lebih dari 847.182 jiwa penduduk, dan tambahan lebih dari 330 ribu mahasiswa aktif pada tahun 2025, kota ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor UMKM.

Namun, tingginya angka pengangguran di Kota Malang tetap menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Berdasarkan data BPS, angka pengangguran terbuka di Kota Malang pada 2023 mencapai 8,55%, lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur yang berada di angka 5,49%.

Solusi atas permasalahan ini bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mengembangkan UMKM agar naik kelas, agar mampu menyerap tenaga kerja lebih banyak, dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Di sinilah konsep Hexa Helix menjadi kunci keberhasilan sekaligus solusi UMKM Naik Kelas yang diharapkan bisa menyerap Tenaga Kerja dengan jumlah besar

Hexa Helix adalah model kolaborasi antara Pemerintah, Akademisi, Pelaku Bisnis, Komunitas, Media, dan Sektor Keuangan. Setiap elemen ini memiliki peran krusial dalam mendorong UMKM berkembang dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Berikut implementasi Hexa Helix yang bisa diterapkan secara nyata di Kota Malang

1. Pemerintah: Kebijakan dan Regulasi Pro-UMKM

      Pemerintah harus menjadi fasilitator utama dalam menciptakan ekosistem bisnis yang sehat bagi UMKM. Langkah nyata yang bisa dilakukan:

      Pendirian Sentra UMKM Malang (SUMA)

      • Pemerintah membangun pusat bisnis UMKM dengan konsep coworking space yang dilengkapi dengan fasilitas produksi, pemasaran, dan pelatihan bisnis.
      • Contoh: membuat Pasar UMKM Digital Kota Malang, di mana UMKM dapat menjual produk secara offline dan online melalui marketplace lokal.

      Revisi Kebijakan Pajak & Izin Usaha

      • Memberikan insentif pajak bagi UMKM berbasis inovasi dan berbasis digital.
      • Mempermudah perizinan usaha melalui sistem online berbasis aplikasi.

      Program 10.000 Lapangan Kerja dari UMKM

      • Pemerintah memberikan subsidi bagi UMKM yang membuka lapangan kerja baru.
      • Contoh: Jika sebuah usaha kuliner membuka cabang baru dan menyerap minimal 5 pekerja, maka mendapatkan bantuan modal Rp 10 juta dari APBD Kota Malang.

      2. Akademisi: Menciptakan Inovasi dan Riset Pasar

      Semua Universitas di Malang memiliki peran strategis dalam mendorong UMKM naik kelas dengan berbasis riset dan inovasi. Langkah nyata:

      Inkubator Bisnis Mahasiswa & UMKM

      • Contoh: semua Universitas diwajibkan membuat Program Mahasiswa Wirausaha di mana mahasiswa mendapatkan modal usaha dari kampus dan berkolaborasi dengan UMKM lokal.

      Riset Tren Pasar untuk UMKM

      • Kampus bekerja sama dengan pemerintah untuk mengadakan penelitian pasar tahunan bagi UMKM.
      • Contoh: Mapping produk unggulan tiap kecamatan sehingga UMKM lebih fokus pada produk yang memiliki daya saing tinggi.

      Pelatihan Digitalisasi UMKM

      • Kampus menyelenggarakan kursus pemasaran digital untuk UMKM, bekerja sama dengan perusahaan teknologi e-commerce

      3. Pelaku Bisnis: Kolaborasi untuk Akses Pasar

      Perusahaan besar dan ritel modern di Malang harus membuka peluang bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok mereka. Langkah konkret:

      Program “Warung UMKM Naik Kelas”

      • Contoh: minimarket modern menyediakan sudut khusus produk UMKM Malang di setiap gerainya.

      Kemitraan dengan Startup Lokal

      • Perusahaan besar seperti industri pariwisata dan hotel di Malang bekerja sama dengan UMKM dalam penyediaan produk lokal.
      • Contoh: Hotel-hotel wajib menggunakan kopi lokal dari UMKM di Kota Malang sebagai welcome drink tamu.

      Pendampingan Bisnis & Sertifikasi Halal

      • Perusahaan besar menyediakan pelatihan dan mentoring bisnis gratis bagi UMKM binaan.
      • Contoh: Mitra GoFood Academy yang melatih UMKM kuliner di Malang agar bisa masuk dalam platform digital dengan standar tinggi.

      4. Komunitas: Peran Masyarakat dalam Pengembangan UMKM

      Komunitas memiliki peran penting dalam memperkuat jaringan bisnis antar-UMKM. Langkah nyata:

      Program “Gerakan Beli Lokal”

      • Contoh: Setiap event komunitas di Malang wajib menggunakan produk lokal UMKM, seperti kaos, makanan, dan suvenir.

      Bazar UMKM Bulanan di Kampus & Perumahan

      • Komunitas pemuda dan karang taruna mengadakan pasar malam UMKM di area kampus atau perumahan setiap bulan.

      Pendampingan UMKM Pemula

      • Komunitas bisnis memberikan mentoring gratis bagi UMKM pemula selama 6 bulan pertama usaha mereka.

      5. Media: Mempopulerkan Produk UMKM Malang

      Media berperan dalam membangun citra positif UMKM lokal. Implementasi nyata:

      Kampanye “Bangga Produk Malang” di Media Sosial

      • Contoh: Influencer lokal wajib mempromosikan minimal 1 produk UMKM setiap bulan.

      Program TV & Podcast Khusus UMKM

      • Contoh: semua Radio di Kota Malang wajib mengadakan segmen “Inspirasi Wirausaha Malang” yang menampilkan kisah sukses pelaku UMKM setiap pekan.

      Media Cetak & Online Berbasis UMKM

      • Media lokal Malang wajib membuat rubrik khusus promosi UMKM Malang.

      6. Sektor Keuangan: Akses Permodalan Inklusif

      Modal adalah kunci utama pertumbuhan UMKM. Solusi yang bisa diterapkan:

      Program Crowdfunding UMKM Kota Malang

      • UMKM dapat menggalang dana dari masyarakat melalui platform investasi berbasis digital.
      • Contoh: “Investor Muda Malang”, platform yang menghubungkan anak muda dengan UMKM untuk investasi berbasis bagi hasil.

      Bank Nasional dan Bank Daerah : wajib memberikan Kredit Bunga Rendah kepada pelaku UMKM

      • Program pinjaman khusus UMKM dengan bunga di bawah 3% per tahun bagi usaha yang menyerap tenaga kerja minimal 5 orang.

      Dana Hibah Start-Up Lokal

      • Contoh: Setiap tahun, Pemerintah Kota Malang mengalokasikan Rp 5 miliar untuk mendanai 100 usaha rintisan berbasis digital.

      Jika konsep Hexa Helix diterapkan secara maksimal, Kota Malang tidak hanya akan menekan angka pengangguran, tetapi juga menjadi pusat UMKM naik kelas yang dapat bersaing di tingkat nasional dan global.

      Saatnya kita bergerak bersama! Kolaborasi adalah kunci untuk menjadikan Kota Malang Mbois Berkelas.