Share

Organisasi Perempuan Bakorwil III Perkuat Komitmen Dalam Mendukung Malang Sebagai Wilayah Megapolitan

TP PKK Bakorwil III Malang, di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Asihing Kustanti, berkomitmen mendukung visi Malang Raya Megapolitan. (Ist.)

Share

Politikamalang.com – Organisasi perempuan di wilayah kerja Bakorwil III Malang tegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah, ketahanan pangan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Hal ini sebagaimana disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Rapat Koordinasi antara TP PKK, DWP, GOW, dan PERWOSI yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (24/6/2026).

Koordinator Ketua TP PKK Bakorwil III Malang, Prof. Dr. Asihing Kustanti, S.Hut., M.Si, dalam sambutannya tak lupa memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malang dan TP PKK Kabupaten Malang selaku tuan rumah kegiatan.

Ia menerangkan bahwa forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarorganisasi perempuan sebagai bentuk dalam mendukung pembangunan daerah.

“Di tengah berbagai tantangan pembangunan saat ini, peran organisasi perempuan memiliki nilai yang penting dan strategis sebagai mitra pemerintah yang tidak hanya berfokus pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi nyata dalam ketahanan pangan dan pembangunan daerah.” ujar Asihing Kustanti.

Ia kemudian menjelaskan, berbagai program seperti pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan kebun keluarga, budidaya pangan dan hortikultura, pengolahan hasil pertanian, hingga penguatan UMKM berbasis pangan lokal telah membuktikan peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus penjaga ketahanan pangan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, pembangunan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi perempuan yang memiliki jejaring hingga tingkat desa dan keluarga.

Dalam konteks penguatan visi Malang Megapolitan, ia menekankan bahwa PKK dapat mengambil peran strategis melalui peningkatan literasi digital keluarga, penguatan ekonomi kreatif perempuan, pendampingan UMKM berbasis rumah tangga, pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga, serta penguatan pendidikan karakter anak dan remaja.

Sementara itu, dalam mendukung kawasan Lintas Selatan sebagai pusat ekonomi baru Jawa Timur, PKK juga didorong untuk mengoptimalkan pengembangan produk unggulan desa, peningkatan kapasitas UMKM perempuan, gerakan diversifikasi pangan lokal, penguatan desa wisata berbasis keluarga, serta pemberdayaan perempuan pesisir dan pelaku usaha mikro.

Tak lupa, Asihing Kustanti juga menyoroti perkembangan pembangunan kawasan selatan Jawa Timur yang semakin maju seiring tersambungnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan Kabupaten Malang, Blitar, Tulungagung, hingga Pacitan.

Infrastruktur ini dinilai dapat membuka peluang besar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan selatan, khususnya pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan UMKM.

“Organisasi perempuan memiliki peluang besar menjadi motor penggerak ekonomi lokal, baik melalui penguatan produk unggulan daerah, koperasi perempuan, promosi wisata berbasis masyarakat, maupun peningkatan kapasitas SDM di kawasan selatan Jawa Timur,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, peran East Java Super Corridor (EJSC) mendapat sorotan sebagai ruang kolaborasi kreatif bagi pelaku UMKM, industri kreatif, dan generasi muda. Penyerahan salinan MoU Showcase Produk UMKM terbukti menjadi langkah konkret dalam memperkuat promosi dan daya saing produk unggulan daerah.

Melalui kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan dapat mempererat silaturahmi, memperkuat jejaring, serta membangun sinergi yang lebih solid antarorganisasi perempuan demi terwujudnya keluarga sejahtera dan masyarakat yang berdaya di Jawa Timur, khususnya wilayah kerja Bakorwil III Malang.