Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Pameran “Tanah, Pangan, dan Harapan” PFI Malang, Ketua DPRD Soroti Proses di Balik Kehidupan

Share

Politikamalang.com – Persoalan pangan tidak hanya berbicara tentang apa yang tersaji di atas meja. Di baliknya terdapat rangkaian proses panjang, mulai dari pengelolaan lahan, aktivitas petani dan nelayan, hingga upaya menjaga lingkungan.

Gambaran tersebut diangkat dalam pameran foto “Tanah, Pangan, dan Harapan” yang digelar Pewarta Foto Indonesia (PFI) Malang di Galeri Lantai 1 Gedung Parkir Kayutangan, Kota Malang.

Pameran dibuka pada Kamis, 24 September 2026, bertepatan dengan Hari Tani Nasional.

Sebanyak 120 karya fotografi dipamerkan dengan mengangkat berbagai cerita mengenai pertanian, pangan, lingkungan, serta kehidupan masyarakat.

Pemerintah Kota Malang turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran tersebut. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Malang, Diah Ayu Kusuma Dewi, menilai karya jurnalistik visual yang ditampilkan mampu membuka sudut pandang masyarakat mengenai proses panjang di balik ketersediaan pangan.

Menurut Diah, pangan yang sehari-hari dikonsumsi masyarakat tidak hadir begitu saja. Ada proses produksi yang melibatkan banyak pihak sebelum akhirnya sampai kepada konsumen.

“Pangan itu tidak semudah itu mendapatkannya. Ada proses panjang, ada menanam, ada memetik, ada memancing. Tidak sekadar langsung beli di pasar, tetapi ada proses panjang di belakangnya,” ujar Diah.

Ia menyebut pesan yang disampaikan melalui pameran tersebut berkaitan erat dengan tantangan ketahanan pangan di kawasan perkotaan.Kota Malang, kata dia, menghadapi keterbatasan ruang.

Karena itu, keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan menjadi salah satu aspek yang perlu tetap diperhatikan dalam kebijakan tata ruang.

Pemkot Malang telah memasukkan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Malang yang memiliki dasar hukum berupa peraturan daerah.

“Kalau di Kota Malang ini kita tetap mempertahankan ada lahan pertanian pangan berkelanjutan yang kita masukkan di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah dan itu adalah peraturan daerah. Jadi aspek legalnya sudah kita selaraskan semua,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita juga mengapresiasi karya-karya yang dipamerkan PFI Malang.

Menurutnya, fotografi dalam pameran tersebut tidak sekadar menyajikan gambar, tetapi menghadirkan cerita mengenai berbagai proses yang sering kali luput dari perhatian masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya apresiasi karena di sini kita bisa melihat banyak potret tentang tema besar hari ini yaitu Tanah, Pangan, dan Harapan. Ada proses-proses yang menunjukkan proses yang selama ini mungkin terlupa dari pemikiran kita sehari-hari,” kata Amithya.

Pameran “Tanah, Pangan, dan Harapan” pun menjadi ruang bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat realitas di balik persoalan pangan, sekaligus memahami hubungan antara tanah, lingkungan, kehidupan masyarakat, dan keberlanjutan pangan di wilayah perkotaan.