POLITIKAMALANG.COM – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan Sayembara Desain Logo dan Identitas Visual dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang.
Tahap ini memasuki tahap paparan lima besar dan menjadi bagian dari proses penentuan logo dan identitas visual resmi perayaan Hari Jadi ke-112 Kota Malang, yang dilaksanakan di Ruang Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, pada hari Senin (24/2/2026).
Pada momen HUT ke-112 ini mengusung tema ‘Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas’ sebagai representasi semangat bergerak maju, bekerja tuntas, serta tetap berkelas dalam jati diri. Tema tersebut menegaskan komitmen Kota Malang untuk terus melaju.
Sayembara diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Malang bekerja sama dengan ADGI Chapter Malang dengan melibatkan desainer grafis se-Malang Raya.
Tahapan dalam proses seleksi diawali melalui kurasi portofolio yang menghasilkan sepuluh peserta terbaik yang kemudian mendapatkan arahan untuk mengembangkan konsep dan merancang identitas visual HUT ke-112 Kota Malang.
Selanjutnya, dilakukan paparan secara daring untuk menentukan lima besar. Lima finalis inilah yang melaju ke tahap Paparan Lima Besar untuk mempresentasikan karya terbaiknya di hadapan tim juri.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, menjelaskan bahwa tema ‘Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas’ merepresentasikan karakter Kota Malang yang terus tumbuh tanpa meninggalkan jati diri.
“Tema ini menggambarkan semangat Kota Malang yang tidak hanya mampu bertahan menghadapi berbagai dinamika zaman, tetapi juga terus bergerak maju dengan keberanian dan optimisme. Malang adalah kota yang melintas zaman, melintas batas, dan melintas tantangan,” ungkapnya.
Ia lalu menambahkan, jika di usia ke-112 tahun ini, Kota Malang tidak hanya sekadar maju, tetapi maju dengan gaya mbois dan didukung kualitas yang berkelas.
“Bergerak tuntas berarti setiap program dan pembangunan dilakukan secara serius, terukur, dan berdampak nyata. Sedangkan mbois berkelas menegaskan bahwa Malang tetap keren, membanggakan, berwibawa, serta memiliki daya saing global tanpa meninggalkan karakter Arema dan identitas lokalnya,” pungkasnya.



