Share

Pemkot Malang Latih Pencari Kerja dan Buruh Rokok Membuat Roti dan Kue

Pemkot Malang Latih Pencari Kerja dan Buruh Rokok Membuat Roti dan Kue
Praktek pembuatan roti

Share

Politikamalang, MALANG – Pemerintah Kota Malang membekali 40 peserta yang terdiri atas pekerja pabrik rokok dan pencari kerja dengan keterampilan pembuatan roti dan kue. Pelatihan berbasis unit kompetensi ini digelar melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) Kota Malang.

Program tersebut menjadi upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat daya saing, sekaligus membuka peluang usaha mandiri di bidang kuliner.

Kepala Disnaker PMPTSP Kota Malang yang diwakili Kepala Bidang Tenaga Kerja, Arisandi Satrio Anggoro, mengatakan pelatihan dirancang agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di dunia industri maupun untuk mengembangkan usaha sendiri.

“Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis pembuatan produk roti dan kue, tetapi juga penerapan kebersihan, keamanan pangan, hingga pengendalian mutu,” ujarnya.

Selain praktik produksi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kualitas produk, kreativitas, pengemasan, dan pelayanan konsumen. Berbagai aspek tersebut dinilai penting untuk menghasilkan produk yang kompetitif dan mendukung keberlanjutan usaha.

Arisandi berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan secara optimal sehingga keterampilan yang diperoleh bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan karier maupun meningkatkan kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Subkoordinator Hubungan Industrial Disnaker PMPTSP Kota Malang, Tjuratna, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut diselenggarakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional serta regulasi terkait pelatihan berbasis kompetensi.

Penyelenggaraan program ini didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada Disnaker PMPTSP Kota Malang.

Melalui pelatihan ini, Pemkot Malang berharap peserta memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu memanfaatkan peluang usaha di sektor kuliner.