Share

Sam Anas Salurkan Pokir Gerobak Sampah hingga Tenda Kerucut di Kelurahan Mulyorejo

Sam Anas Salurkan Pokir Gerobak Sampah hingga Tenda Kerucut di Kelurahan Mulyorejo
Sam Anas Salurkan Pokir Gerobak Sampah

Share

Politikamalang – Program Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB, Muhammad Anas Muttaqin atau yang akrab disapa Sam Anas kembali diwujudkan dalam bentuk bantuan sarana bagi masyarakat.

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Kantor Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Selasa (21/7/2026), dengan melibatkan para ketua RT dan RW dari wilayah daerah pemilihan (Dapil) Sukun.

Bantuan yang disalurkan merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang diajukan melalui RT dan RW pada tahun anggaran 2025 lalu.

Berbagai kebutuhan lingkungan menjadi prioritas, mulai dari gerobak sampah, tong sampah, tenda, meja lipat, hingga bibit buah dan pot tanaman.

Dalam kesempatan tersebut Sam Anas mengatakan, penyerahan bantuan di Kelurahan Mulyorejo merupakan bagian dari realisasi Pokir yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

“Hari ini kami menyelesaikan penyerahan simbolis untuk Kelurahan Mulyorejo. Semua bantuan ini berasal dari aspirasi warga yang disampaikan melalui RT dan RW, kemudian kami perjuangkan agar bisa direalisasikan,” jelasnya.

Sam Anas Salurkan Pokir Tong Sampah

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi satu unit tenda kerucut ukuran 3×3 meter untuk RT 8 RW 01, bibit buah untuk RT 8 RW 01, 10 unit pot tanaman untuk RT 8 RW 01, satu unit gerobak sampah untuk RT 12 RW 02, masing-masing 75 unit tong sampah untuk RT 6 RW 02 dan RT 7 RW 02, 100 unit tong sampah untuk RT 4 RW 03, serta lima unit meja lipat untuk RT 1 RW 04.

Anas menegaskan, Pokir bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab wakil rakyat dalam menerjemahkan aspirasi masyarakat menjadi program yang memberikan manfaat langsung.

Ia berharap sinergi antara warga, RT, RW, kelurahan dan DPRD terus terjalin agar kebutuhan lingkungan dapat dipenuhi secara bertahap sesuai skala prioritas.

“Semua aspirasi tidak bisa diwujudkan sekaligus karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Namun kami akan terus memperjuangkan usulan masyarakat agar setiap tahun ada kebutuhan warga yang dapat direalisasikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua RT 12 RW 02 Pondok Cempaka Indah, Gunardianto, mengaku bersyukur karena usulan yang diajukan akhirnya mulai terealisasi.

Ia menceritakan, pengajuan tersebut dilakukan pada 2025 melalui jalur Pokir Muhammad Anas Muttaqin.

“Saat itu kami mengajukan gerobak sampah, tempat sampah, tenda, dan kursi. Hari ini saya mendapat kabar dari Kelurahan Mulyorejo bahwa ada serah terima bantuan. Alhamdulillah yang sudah terealisasi adalah gerobak sampah,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan gerobak sampah sangat dibutuhkan untuk menunjang kebersihan lingkungan di kawasan Pondok Cempaka Indah. Sementara itu, pengadaan tempat sampah masih dalam proses dan diharapkan dapat direalisasikan pada tahap berikutnya.

Ia berharap aspirasi warga lainnya juga dapat diperjuangkan, termasuk kebutuhan penerangan jalan yang belakangan sering mengalami gangguan serta penambahan fasilitas lingkungan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Anas yang sudah memperjuangkan aspirasi warga. Semoga ke depan usulan lain juga bisa diwujudkan,” katanya.

Senada, Ketua RW 02 Mulyorejo, Azhari, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan melalui program Pokir tersebut.

Menurutnya, bantuan gerobak dan tong sampah akan sangat membantu meningkatkan pengelolaan kebersihan di wilayahnya.

“Awalnya usulan kami cukup banyak, seperti tenda, kursi, meja dan lainnya. Saat ini yang sudah terealisasi adalah gerobak sampah dan tong sampah. Kami bersyukur karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga, khususnya RT 6, RT 7 dan RT 12,” ungkapnya.

Azhari menjelaskan, RW 02 membawahi 13 RT yang selama ini aktif menyampaikan kebutuhan lingkungan melalui mekanisme Musrenbang maupun Pokir. Namun tidak semua usulan dapat terakomodasi melalui Musrenbang sehingga Pokir menjadi salah satu alternatif untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

Ia berharap pembangunan drainase sepanjang sekitar 200 meter yang hingga kini belum terealisasi dapat menjadi prioritas berikutnya.

Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan gorong-gorong yang rusak di sejumlah titik, yakni di RT 1, RT 4 dan RT 13.

“Usulan itu sebenarnya sudah kami masukkan melalui Musrenbang, tetapi belum berhasil. Mudah-mudahan bisa diperjuangkan melalui Pokir sehingga kebutuhan infrastruktur lingkungan bisa segera terwujud,” pungkasnya.