Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Tanggapi Darurat Kekeringan, MUI Jawa Timur Instruksikan Pelaksanaan Shalat Istisqa​’

Instruksi Pelaksanaan Shalat Istisqa’ yang diterbitkan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur, Kamis (10/9/2026). (Doc. MUI Jatim)

Share

SURABAYA, POLITIKAMALANG.COM – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur secara resmi menginstruksikan seluruh pengurus MUI Kabupaten dan Kota se-Jawa Timur untuk memfasilitasi dan menggelar Shalat Istisqa’.

Arahan tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor A-92/DP-P/IX/2026 tertanggal 10 September 2026.

​Langkah ini diambil menyusul maraknya dampak kemarau panjang yang memicu krisis air di wilayah setempat.

Berdasarkan data per awal September 2026, sebanyak 24 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menetapkan status darurat kekeringan, dengan jumlah warga terdampak mencapai 36.091 kepala keluarga.

​Ketua Umum MUI Jawa Timur, Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, MA, bersama Sekretaris Umum, Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si., merumuskan lima poin instruksi utama yaitu:

Pertama: Menggerakkan Shalat Istisqa: MUI daerah diminta segera memfasilitasi Shalat Istisqa, terutama pada wilayah yang mengalami kekeringan parah.​

Kedua: Pelibatan Elemen Umat: Mengajak para ulama, tokoh agama, pengasuh pesantren, takmir masjid, hingga organisasi kemasyarakatan Islam untuk bersama-sama memohon hujan.​

Ketiga: Penguatan Spiritual dan Penghematan Air: Mendorong masyarakat memperbanyak istighfar, doa, dan sedekah, serta bijak dalam menggunakan air bersih.

Keempat: Sinergi Lintas Lembaga: Menginstruksikan MUI daerah berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, Dinas Kesehatan, BAZNAS, dan lembaga terkait untuk distribusi bantuan air bersih.

Kelima: Fleksibilitas Pelaksanaan: Waktu dan teknis ibadah disesuaikan dengan situasi serta kebutuhan daerah masing-masing.

​Melalui instruksi ini, MUI Jawa Timur berharap upaya spiritual yang diimbangi dengan aksi nyata lintas lembaga dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.