Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

UIN Malang Siap Disurvei Menjadi Venue Kongres Ulama Perempuan Indonesia III 2027

Kunjungan survei venue untuk penyelenggaraan Konferensi Internasional Kongres Ulama Perempuan Indonesia III 2027 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Share

POLITIKAMALANG.COM — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Malang) berpeluang menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Konferensi Internasional Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) III 2027.

Peluang tersebut mengemuka setelah tim KUPI melakukan survei venue di lingkungan UIN Malang pada Senin (7/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Nyai Hj. Masruchah sebagai salah satu tokoh atau pengurus, memperkenalkan KUPI sekaligus jejaring lembaga yang terlibat dalam persiapan konferensi internasional tersebut.

Menurutnya, KUPI bukan hanya forum pertemuan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat.

Mulai dari ulama perempuan dan laki-laki, akademisi, pegiat masyarakat sipil, hingga berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu keadilan dalam kehidupan keagamaan, sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Karena itu, survei venue tidak hanya melihat kesiapan gedung dan fasilitas fisik. Tim juga memastikan lokasi yang dipilih mampu memenuhi kebutuhan konferensi dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa venue KUPI III dapat mendukung konferensi internasional yang aman, inklusif, aksesibel, nyaman, dan memadai secara teknis,” ujar Nyai Hj. Masruchah.

Ia menambahkan, venue KUPI III diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi semua peserta, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, peserta dari berbagai daerah, serta tamu dari mancanegara.

Aspek aksesibilitas, keamanan, kenyamanan perempuan, kemudahan mobilitas hingga dukungan teknis menjadi sejumlah hal yang diperhatikan dalam survei tersebut.

Sementara itu, UIN Malang dinilai memiliki sejumlah fasilitas yang dapat mendukung kegiatan berskala internasional.

Salah satunya adalah keberadaan Ma’had Al-Jami’ah yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan kampus.

Fasilitas tersebut berpotensi mendukung kebutuhan akomodasi apabila konferensi nantinya melibatkan peserta dalam jumlah besar.

Selain fasilitas, kesiapan sumber daya manusia dan komitmen kelembagaan juga menjadi bagian penting dalam penilaian calon venue KUPI III 2027.

Bagi UIN Malang, survei tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan kampus tidak hanya dari sisi ruang konferensi, tetapi juga sebagai lingkungan yang dapat mendukung interaksi akademik, sosial, dan kemanusiaan.

Jika nantinya dipercaya menjadi tuan rumah, UIN Malang akan menjadi ruang perjumpaan bagi ulama, akademisi, masyarakat sipil, serta peserta dari berbagai negara.

KUPI menempatkan venue bukan sekadar sebagai alamat tempat kegiatan. Lebih dari itu, lokasi konferensi diharapkan mampu menghadirkan ruang yang membuat setiap peserta dapat hadir, didengar, dihormati, dan berkontribusi.

Hasil survei tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses persiapan dan penentuan venue KUPI III 2027.