Politikamalang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 2 bersama perwakilan Badan Gizi Nasional pada Jumat (27/3/2026). Peresmian tersebut dirangkaikan dengan peninjauan langsung proses operasional guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Dalam kegiatan tersebut, Wahyu mengapresiasi kualitas fasilitas yang dimiliki SPPG Sukoharjo 2. Ia menilai bangunan yang digunakan memiliki nilai heritage serta didukung penataan ruang dan alur kerja yang telah memenuhi standar. Selain itu, sarana dan prasarana dinilai modern dan mampu menunjang proses produksi makanan secara higienis.
“Dari proses memasak, pengaturan suhu, hingga kebersihan, semuanya sudah sesuai indikator SOP. Bahkan pengemasan makanan dilakukan dengan cepat dan terstruktur, di mana setiap petugas memiliki tanggung jawab masing-masing tanpa saling bercampur,” ujar Wahyu.
Ia juga menyoroti sistem pembersihan peralatan yang dinilai sangat baik. Setelah distribusi makanan, seluruh perlengkapan dibersihkan menggunakan air panas bertekanan dan disterilisasi dengan suhu hingga 130 derajat Celsius, sehingga efektif membunuh bakteri.
Menurut Wahyu, tahapan kerja yang diterapkan di SPPG Sukoharjo 2 dapat menjadi percontohan bagi SPPG lain di Kota Malang. Ia berharap standar kebersihan, keamanan pangan, dan kandungan gizi dapat diterapkan secara merata.
“Ini menunjukkan bahwa proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat tidak sederhana. Ada tahapan ketat yang harus dipenuhi untuk menjamin kualitas dan kesterilan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Malang saat ini menargetkan pembangunan 87 titik SPPG, dengan 75 titik di antaranya telah beroperasi. Sementara itu, SPPG Sukoharjo 2 melayani sekitar 600 penerima manfaat, dengan kapasitas produksi yang masih dapat ditingkatkan.
Dalam operasionalnya, dapur SPPG mampu memasak hingga 700 porsi nasi per jam. Proses produksi dilakukan dalam tiga kali tahap setiap hari, dengan jadwal memasak pada pagi hari agar makanan dapat segera didistribusikan dan dikonsumsi tanpa jeda waktu lama.
Program ini difokuskan untuk pelajar, namun juga mencakup kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang telah mencapai sekitar 170.000 orang.



