Tingkatkan Ekonomi Warga, Wawali Kota Malang Resmikan Pujasera SHIG Mojolangu

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Politikamalang – Malang, Pengurus rukun warga -14 kelurahan Mojolangu kecamatan lowokwaru memanfaatkan lahan kosong untuk meningkatkan ekonomi dengan membuat Pujasera dengan design suasana taman.

Gigih Kristiyanto , ketua RW 14 Mojolangu kecamatan Lowokwaru Malang, mengatakan latar belakang mendirikan Pujasera, tujuannya sebenarnya bertujuan dengan memanfaatkan lahan kosong karena tidak tahu pemiliknya di Tengah pandemi.

“saya hanya manfaatkan sebagai pemberdayaan, yang nyewa tidak dilepas begitu saja tapi, ada mentoring dan ide ide bisnis sehingga perputaran ekonomi, “tegasnya.

Harapannya, semoga menjadi pilot projek ditiru daerah lain sehingga lahan – lahan yang tidak bermanfaat bisa digunakan bagi kepentingan masyarakat dan ada enam kios di sini juga diberikan kepada kepada enam Rukun tetangga sebagai penghasilan .

“Jadi pak RT disini bisa dapat gajian dari kiosnya yang dikelola ini perbulan mencapai 750.000,”pungkasnya.

Steven Vembry Dian Rachmadi , sekertaris Rukun warga 14 RT 1-6 Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota Malang menjelaskan, pujasera SHIG grand soft opening tanggal 8 Desember 2020 oleh Wakil walikota Malang Sofyan Edi Djarwoko dengan tujuan lahan yang kosong bisa berdampak pada sektor masyarakat ekonomi ditengah pandemi saat saat ini.
Pujasera Soekarno Hatta Indah Garden ini memiliki 20 yang kesemuanya diperuntukan bagi warga RW 14 sekitar tujuan mulianya menggerakan sektor ekonomi yang terimbas oleh pandemi covid .

“Ya intinya memanfaatkan lahan kosong dan membantu masyarakat RW -14 di masa pandemi karena berdampak ekonomi nasional cukup berat sehingga beberapa warga mempunyai ide kreatif membuat puja sera ,” tegas Dyan sekertaris rukun warga 14 Mojolangu Kota Malang.

Beberapa makanan yang sijual oleh setiap kios beraneka ragam mulai
pempek Palembang, kopi, ayam bakar ,bakso, berbagai minuman rasa rasa ,apalagi kalau hari Sabtu pengunjungnya penuh baik luar kampung atau warga sekitar sendiri .

“Kalau duit perputaran perkios bisa sampai dua jutaan kalau sabtu perhari ,tapi hari biasa fluktuatif karena tiap kios beda beda makanan atau miniman yang terjual, “ujarnya.

Menurutnya ,Pujaresa SHIG apabila pagi sampai siang biasanya pengunjungnya iya banyak anak – anak muda , tapi habis maghrib sudah diisi pengunjung keluarga makan malam bersama putra putrinya.(Yon/Djoko W)

Bagikan :

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on telegram
Share on email

Disarankan

Regional

Pilihan

Informasi

%d blogger menyukai ini: