Politikamalang.com – Gelaran Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen ke-34 tingkat provinsi di SMKN 12 Surabaya, resmi ditutup oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Kamis (9/4/2026) malam.
Event bergengsi ini diikuti siswa dari berbagai SMK, SMA, hingga Madrasah Aliyah (MA), dengan mempertandingkan 52 bidang lomba serta dua eksibisi.
Dalam acara penutupan malam ini, turut hadir pula Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, anggota Komisi E DPRD Jatim dr. Benjamin Kristianto, Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah (OPD).
Gubernur Khofifah mengatakan, tahun ini Pemprov Jatim melakukan terobosan. LKS tidak hanya untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tapi juga membuka ruang kompetisi tersebut bagi siswa SMA dan MA.
Terobosan ini sebagai bentuk penguatan dalam proses seleksi untuk melihat kompetensi seluruh siswa di tingkat menengah secara lebih luas.
“Kalau LKS ini biasanya hanya untuk SMK, tapi tahun 2026 di Jawa Timur ini kita menyertakan SMA dan MA. Tapi untuk tingkat nasional masih SMK,” ujar Khofifah.
Khofifah menegaskan bahwa usulan tersebut disampaikan langsung kepada Direktur SMK Kemendikbudristek RI agar ajang LKS tingkat nasional ke depannya juga bisa melibatkan siswa SMA dan MA. Nantinya, para jawara dari Jatim akan dimasukkan ke Training Center sebagai bekal persiapan sebelum bertanding pada tingkat nasional.
“Memang di tingkat nasional tidak sebanyak ini (56 cabang lomba), tapi kita ingin melakukan proses seleksi dan melihat kompetensi siswa tidak hanya SMK tapi juga SMA dan Aliyah,” kata Khofifah.
Ia lalu meneruskan bahwa Pemprov Jatim terus melakukan peningkatan (improvement) melalui pelibatan masif Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
“Biasanya indent itu dari mulai kelas 11, mereka sudah di-inden cukup banyak. Oleh karena itu, kita ingin terus meningkatkan skill dari anak-anak SMK di Jawa Timur ini supaya kesiapan masuk dunia kerja itu betul-betul diikuti oleh kematangan psikososial mereka,” katanya.
Dengan keterlibatan tersebut, diharapkan standar kompetensi siswa selaras dengan kebutuhan industri serta diiringi kematangan psikososial. “Dengan begitu, lulusan SMK di Jawa Timur benar-benar siap masuk dunia kerja,” ujarnya.
Khofifah juga berharap, para siswa terus meningkatkan kemampuan dan tidak berpuas diri atas capaian yang telah diraih. Sehingga, lulusan SMK di Jawa Timur benar-bensr siap masuk dalam dunia kerja.
“Teruslah belajar dan kembangkan kompetensi, agar dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pesannya.
Di satu sisi, Arie Wibowo mengapresiasi adanya pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Provinsi Jawa Timur tahun 2026 yang dinilai berlangsung profesional dan berkualitas tinggi.
Menurutnya, penyelenggaraan LKS di Jawa Timur bahkan menjadi contoh bagi provinsi lain, terutama di tengah berbagai tantangan pelaksanaan di sejumlah daerah.
Ia juga berharap bahwa pelaksanaan LKS mampu membawa standar industri ke dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga terwujud SMK yang bermutu dan berdaya saing global.
“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Gubernur. Kami keluarga besar SMK merasa bangga atas dukungan luar biasa yang diberikan selama ini,” pungkas Arie.



