Share

Respon Pemerintah Terhadap Bencana Sumatera: Berikan Hunian Layak, Dukungan Perekonomian, Hingga Relaksasi KUR

Kunjungan emenko Perekonomian Ferry Irawan ke wilayah terdampak bencana di Sumatera. (Ist.)

Share

Politikamalang.com – Pemerintah melalui Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan, melakukan kunjungan lapangan ke berbagai wilayah terdampak bencana di Sumatera untuk memastikan efektivitas program pemulihan tersebut, sekaligus mendorong penguatan rantai pasok komoditas unggulan daerah, Jum`at (08/05/2026).

Masa tanggap darurat bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini telah beralih pada tahap pemulihan. Pemerintah sedang melakukan pemulihan pascabencana, khususnya dalam bidang perekonomian masyarakat melalui berbagai program strategis, mulai dari penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), bantuan sosial pascabencana, hingga instrumen pembiayaan untuk menggerakkan roda perekonomian di masyarakat.

Kunjungan ini turut dihadiri Perwakilan Satgas Pasca bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat Bidang PU, perwakilan PT Pos Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Waskita Karya, PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah, BPJS Ketenagakerjaan, dan Rumah Tani Nusantara yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Tengah dan Bupati Bener Meriah.

Ferry kemudian memberikan apresiasi kepada PT. Pos Indonesia dan Rumah Tani Nusantara yang mampu berkolaborasi untuk mengoptimalkan peran BUMN logistic sebagai penyalur industri dari hulu ke hilir. Ferry mengawali kunjungannya dengan kegiatan panen dan seremoni pelepasan pengiriman komoditas kentang dan alpukat dari Kabupaten Aceh Tengah ke DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Kami mengharapkan hasil panen pertanian ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan efisiensi pada biaya logistic. Tujuannya untuk mendukung stabilitas distribusi pasokan antar wilayah dan dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Hingga saat ini, Rumah Tani Nusantara telah mendistribusikan sekitar 1.200 ton komoditas pertanian dari Aceh Tengah, antara lain cabai, kentang, durian, dan alpukat ke wilayah Jawa”, ungkap Ferry.

Kunjungan Ferry Irawan ke Aceh, untuk melihat pembangunan rumah hunian bagi warga terdampak bencana. (Ist)

Kunjungan selanjutnya menuju lokasi Huntara yang telah dibangun oleh Kementerian PU melalui BUMN Infrastruktur Waskita Karya di Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Kunjungan ini ditemani Bupati Bener Meriah untuk melihat secara langsung bangunan huntara tersebut. Bangunan huntara sendiri telah diserahterimakan kepada Pemkab Bener Meriah pada 9 Maret 2026.

Tak lupa, Bupati Bener Meriah menyampaikan apresiasi tinggi atas kinerja PT Waskita Karya yang telah menyelesaikan bangunan huntara dengan kualitas yang baik dan pengerjaan yang cepat. Huntara komunal sebanyak 228 unit hunian modular baja tersebut telah dilengkapi fasilitas umum seperti MCK dan Musala, serta fasilitas sosial seperti gedung serbaguna dan fasilitas bermain anak.

Saat ini, huntara tersebut dihuni oleh 222 keluarga dengan total penduduk sekitar 1.400 jiwa. Para warga di huntara ini juga telah menerima BLT bencana yang terdiri atas bantuan isi hunian (huntara/huntap) sebesar Rp3.000.000/keluarga, stimulus dukungan ekonomi Rp5.000.000/keluarga, dan jaminan hidup (pengganti lauk) sebesar Rp15.000/hari/jiwa untuk tahap pertama. Penyaluran BLT Bencana melalui PT Pos Indonesia di Kabupaten Bener Meriah dilaporkan telah mencapai realisasi 99%.

Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi warga yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui kebijakan relaksasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah juga memberikan stimulus berupa bantuan perekonomian bagi Sebagian masyarakat, agar warga yang terdampak dapat memulai kembali usahanya.

Relaksasi tersebut diwujudkan dalam bentuk restrukturisasi KUR berupa perpanjangan jangka waktu pembiayaan, kemudahan administratif dalam proses restrukturisasi, maupun pengajuan penyaluran KUR, serta suku bunga/marjin nol persen pada tahun 2026 dan tiga persen pada tahun 2027.

Sedangkan dukungan secara ekonomi dapat dirasakan oleh salah pemilik atau pedagang Mie Ayam Bakso bernama Imran. Ia memberikan apresiasi dan menyambut dengan sangat positif bantuan yang diberikan oleh pemerintah, karena manfaatnya begitu terasa sebagai salah satu warga yang terdampak bencara.

“Saya sebagai warga terdampak bencara menyampaikan terima kasih kepada pemerintah. Karena dengan adanya bantuan modal ekonomi seperti ini, sangat bermanfaat dalam melanjutkan usaha kami. Saya berharap, pemerintah dapat memberikan akses modal yang lebih besar untuk mengembangkan usaha ke depannya”, ucap Imran.   

Ferry lalu berharap, dengan adanya berbagai fasilitas dan kemudahan yang diberikan melalui program KUR ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha untuk meningkatkan produktivitas, memperluas skala usaha, serta membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Aris)