Share

Hadiri Haul Pondok Gading, Wali Kota Malang Jelaskan Peranan Ponpes Dalam Mencetak Generasi Berakhlak

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam acara Haul Pondok Gading ke-56.

Share

Politikamalang.com – Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, MM., hadiri acara Pengajian Umum Haul ke-56 KH. M. Yahya, K. A. Dimyati Ayatullah Yahya beserta para Muassis dan para Masyayikh, yang berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Gading Malang, Minggu (12/04/2026).

Mengawali sambutannya, Wahyu Hidayat menyampaikan terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk menghadiri acara Haul Kyai Yahya yang ke-56 di Ponpes Miftahul Huda.

Tak lupa, Wahyu Hidayat mengingatkan untuk selalu memanjatkan Rasa Syukur kepada Allah SWT. dan menyertakan Sholawat kepada Nabi Muhammad, sehingga pada hari ini selalu dalam kondisi sehat walafiat.

KH. Ahmad Muhammad Arif Yahya, memimpin acara Maulid pada peringatan Haul ke-56.

Wahyu juga memberikan penghormatan kepada Romo Kyai Ahmad Muhammad Arif Yahya yang saat ini menjadi Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Gading, Malang.

Hadir pula ikut mendampingi dalam acara Haul Pondok Gading ini seperti Para Alumni dan Santri Ponpes Miftahul Huda, Kapolsek Klojen, Danramil, Kasatpol PP, Klojen, Camat Klojen, Lurah Gadingkasri, Banser dan Linmas Gadingkasri, Tokoh Masyarakat, hingga Para Ulama dan Habaib.

“Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Malang mengucapkan Miinal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”, ujar Wahyu Hidayat mengawali sambutan.

Wahyu Hidayat lalu menjelaskan bahwa sangatlah penting untuk mengadakan kegiatan Haul dan Silaturahim yang seperti ini karena memiliki nilai spiritual dan sosial yang sangat penting.

Disamping sebagai bentuk momentum untuk mengenang dan mendoakan perjuangan para ulama dan sesepuh pesantren terdahulu, hal ini bisa dijadikan sebagai media untuk mempererat Ukhuwah Islamiyah.

“Hal ini selaras dengan prinsip ajaran Rasululah yang senantiasa mengajarkan Umatnya untuk selalu menjaga dan menguatkan rasa persaudaraan antar sesama”, ungkap Wahyu.

Dengan melakukan kegiatan silaturahmi, secara tidak langsung hal ini akan berdampak dengan adanya kemudahan dalam berbagai urusan kehidupan.

KH. Harun Ismail, asal Blitar.

Lebih lanjut, ia lalu menjelaskan bahwa dengan peringatan Haul ke-56 ini menjadi momentum untuk mengenang, menghargai, dan meneladani nilai-nilai perjuangan Kyai M. Yahya dan Kyai Dimyati Ayatullah Yahya yang telah mengabdikan hidupkan dalam perjuangan dan dakwah Islam.

“Nilai2 perjuangan dan keteladanan, semangat keilmuan dan pengabdian yang beliau tanamkan, begitu sangat terasa bagi para santri dan generasi penerus”, tandas Wahyu.

Di akhir sambutan. Wahyu Hidayat berpesan kepada seluruh Santri maupun Alumni Ponpes Miftahul Huda untuk terus melanjutkan perjuangan dengan terus menjaga nilai-nilai keislaman, menguatkan peran pendidikan, serta mencetak generasi yang berakhlak.

“Saya berharap, Pondok Pesantren Miftahul Huda terus menjadi pilar penting dalam membentuk generasi yang mampu berdaya saing dan siap menghadapi tantangan zaman”, pungkasnya.