Share

Pemerintah Angkat Bicara Mengenai Kecelakaan Yang Menimpa Dua Kereta Di Stasiun Bekasi Timur

Menkomdigi Meutya Hafid ketika memberikan keterangan di hadapan awak media. (Ist.)

Share

Politikamalang.com – Melihat maraknya pemberitaan yang lagi viral di berbagai platform Media Sosial (Medsos), pemerintah ikut angkat bicara terkait musibah kecelakaan yang menimpa KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/04/2026) malam.

Dalam keterangannya di hadapan Pers, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa penyebaran video mengenai kecelakaan antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun itu sebaiknya dihentikan oleh masyarakat sendiri.

Menurutnya, tidak semua peristiwa di lapangan harus disebarkan ke ruang digital. Pemerintah pun menyerahkan secara penuh atas kesadaran dan tanggung jawab utama secara kolektif kepada publik.

“Kita saat ini sedang menghadapi musibah yang sangat memilukan. Saya minta tidak ada yang memanfaatkan, apalagi menyebarkan konten yang dampaknya bisa melukai korban dan keluarganya,” ujar Meutya Hafid di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (28/04/2026).

Ia kemudian menilai mengenai dampak yang mungkin saja dapat terjadi akibat viralnya atau semakin maraknya video pemberitaan kecelakaan kereta tersebut.

Meutya menjelaskan berbagai dampak yang bisa saja muncul seperti adanya risiko besar terhadap penyebaran informasi yang belum terverifikasi dengan benar dan pengulangan visual mengerikan yang dapat memicu trauma psikologis, terutama bagi keluarga korban.

“Meskipun informasi yang diberitakan sesuai dengan fakta di lapangan, jika ditayangkan secara terus-menerus dan berulang maka akan berdampak sangat buruk secara psikis bagi keluarga yang sedang berduka,” tutur Muetya.

Meutya juga berpesan sebaiknya tidak melakukan sharing informasi yang berlebihan, apalagi sampai terjadi misinformasi. Tujuannya, agar tidak berdampak buruk terhadap korban ataupun keluarga korban itu sendiri.