Politikamalang.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menerima kunjungan kerja dari Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Rabu (8/7/2026).
Kunjungan kerja kali ini sebagai forum untuk mensinergikan potensi diplomasi parlemen internasional dengan berbagai program pengembangan daerah serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui perluasan jejaring kerja sama, investasi, dan akses pasar global.
Dengan mengambil tema ‘Peran Diplomasi DPR RI untuk Pembangunan Kota Malang’ yang sejalan dengan peran BKSAP sebagai instrumen diplomasi parlemen Indonesia dalam membuka ruang kolaborasi internasional bagi daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, dalam sambutannya mulai mengenalkan terlebih dahulu bagaimana karakteristik Kota Malang sebagai kota yang berada di kawasan strategis Malang Raya dengan kondisi geografis yang mendukung pertumbuhan berbagai sektor pembangunan.
Ia menerangkan bahwa Kota Malang sebagai kota pendidikan dengan puluhan perguruan tinggi, Kota Malang juga berkembang sebagai pusat perdagangan, jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, serta industri berbasis inovasi yang ditopang sumber daya manusia unggul.

Erik lalu menyampaikan dengan adanya berbagai potensi tersebut, Pemerintah Kota Malang masih menghadapi tantangan dalam membangun kerja sama internasional secara langsung.
Berbagai prosedur birokrasi, termasuk pembentukan sister city, saat ini dinilai masih membutuhkan berbagai tahapan dan regulasi yang cukup panjang.
Karena itu, adanya diplomasi parlemen diharapkan dapat menjadi jembatan untuk memperluas jejaring internasional bagi daerah.
“Kami saat ini membutuhkan ruang untuk bisa melakukan ekspansi lagi, meski di satu sisi masih ada keterbatasan kerja dan ruang fiskal. Kami berharap bisa menitipkan potensi-potensi unggulan yang ada di Kota Malang,” ungkap Erik.
Ia lalu menjelaskan Kota Malang memiliki empat sektor unggulan yang dinilai siap didorong untuk masuk menuju pasar internasional.
Keempat sektor tersebut meliputi pendidikan yang didukung sejumlah perguruan tinggi bertaraf internasional, UMKM berorientasi ekspor yang dibina Kadin Kota Malang, sektor pariwisata berbasis aglomerasi Malang Raya, serta industri kreatif yang berkembang melalui Malang Creative Center (MCC) dan dukungan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh menegaskan komitmennya menjadikan diplomasi parlemen sebagai enabler dan bridge builder bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, BKSAP dapat berperan membuka akses komunikasi dengan berbagai negara mitra, membangun kepercayaan, sekaligus memperluas peluang investasi dan perdagangan bagi produk-produk unggulan daerah.
Peran tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan diplomasi parlemen Indonesia yang ada di berbagai forum internasional.
“Kami siap memfasilitasi komunikasi langsung dengan kedutaan besar negara sahabat. Delegasi BKSAP juga siap mengawal sesuai wilayah kerja sama, seperti pasar Jepang, Timur Tengah, Amerika, dan Uni Eropa,” jelas Ketua BKSAP.
Pertemuan ditutup dengan komitmen BKSAP DPR RI untuk membawa berbagai potensi dan aspirasi Kota Malang ke forum-forum internasional, seperti WTO, BRICS, dan OECD.
Pemerintah Kota Malang juga didorong segera menyusun peta potensi kerja sama prioritas sehingga peluang kolaborasi dengan mitra luar negeri dapat segera ditindaklanjuti secara konkret.



