Politikamalang.com – Suasana khidmat dan penuh keberkahan begitu mewarnai dalam peringatan Haul ke-36 Romo K.H. Anwar Nur, yang menjadi momentum untuk mengenang keteladanan sekaligus meneruskan nilai-nilai perjuangan almarhum bagi generasi penerus.
Ribuan jamaah dan alumni terlihat memadati halaman Pondok Pesantren An Nur 3 Bululawang, Kabupaten Malang sejak Sabtu pagi (22/8/2026).
Hadir mewakili Bupati Malang, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M. Si., bersama jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, Camat serta Forkopimcam Bululawang.
Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap kiprah pesantren dalam membangun kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.Peringatan haul kali ini sedikit berbeda karena memiliki keistimewaan tersendiri.
Agenda tersebut digelar setiap dua tahun dan pelaksanaannya dilakukan secara bergiliran di Pondok Pesantren An Nur 1, An Nur 2, dan An Nur 3. Rangkaian kegiatan bahkan telah dimulai sejak 15 Agustus dengan pelaksanaan Khatmil Qur’an secara masif.
Antusiasme jamaah terlihat luar biasa, ditandai dengan berhasil dituntaskannya 808 khataman Al-Qur’an, baik oleh jamaah yang melaksanakan di lingkungan pondok pesantren maupun masyarakat yang mengikuti dari luar pesantren.
Atas capaian tersebut, keluarga besar Pondok Pesantren An Nur menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas antusiasme masyarakat, santri, alumni dan para tamu undangan yang turut hadir dalam peringatan haul.
Momentum tersebut turut diisi dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU, Dr. K.H. Zulfa Mustofa, bersama sejumlah ulama dan tokoh agama lainnya.
Tausiyah menjadi penguat pesan spiritual agar peringatan haul tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman.
Salah satu pesan Kiai Anwar Nur yang terus dikenang hingga kini adalah “Monggo nderek-nderek nyedak shalihin dan shalihat” yang bermakna ajakan untuk mengikuti dan mendekatkan diri kepada orang-orang saleh.
Pesan sederhana tersebut menjadi warisan moral yang terus digaungkan terutama kepada para santri dan alumni.
Terlebih, para alumni Pondok Pesantren An Nur kini telah mengabdikan diri di berbagai daerah dengan membawa nilai-nilai keilmuan, akhlak dan pengabdian yang ditanamkan selama berada di pesantren.
Melalui peringatan Haul ke-36 ini, keluarga besar Pondok Pesantren An Nur berharap keteladanan dan perjuangan Mbah Kiai Anwar Nur senantiasa hidup dalam diri generasi penerus.
Semangat menuntut ilmu, mendekatkan diri kepada para shalihin dan mengabdi kepada masyarakat diharapkan terus menjadi pijakan dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Bagi masyarakat, haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah berpulang, melainkan menjadi jembatan untuk meneruskan kebaikan dan perjuangan yang diwariskan, sekaligus menguatkan ukhuwah antara ulama, santri, alumni dan seluruh elemen masyarakat.



