Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Merdeka Run 2026 Diikuti 12 Ribu Peserta, Kemenkes Siagakan 108 Tenaga Medis

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama para peserta yang sedang berlari dalam ajang Merdeka Run 2026 di Jakarta. (Ist.)

Share

JAKARTA, POLITIKAMALANG.COM – Gelaran Merdeka Run 2026 dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah dengan diikuti sekitar 12 ribu peserta.

Untuk memastikan keselamatan pelari, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiagakan ratusan personel serta fasilitas kesehatan di sepanjang jalur perlombaan.

Sebanyak 13 rumah sakit, termasuk tujuh rumah sakit rujukan, disiapkan untuk mendukung penanganan kondisi kesehatan peserta.

Selain itu, Kemenkes juga menerjunkan 15 ambulans dan 108 tenaga medis serta tenaga kesehatan di sejumlah titik.

Dokter Diah dari Kemenkes mengatakan kesiapan layanan kesehatan diperlukan untuk mengantisipasi berbagai keluhan yang dialami peserta selama mengikuti perlombaan.

“Keseluruhan ambulans ada 15, dengan total 108 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang kami turunkan untuk siaga dalam rangka mendukung acara Merdeka Run tahun ini,” kata Diah di Race Village kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (29/08/2026).

Suasana antrean pengambilan race pack (Race Pack Collection) untuk acara Merdeka Run 2026 di Wisma Serbaguna, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Selama perlombaan, sejumlah peserta mendapatkan penanganan medis akibat keluhan ringan. Salah satu kondisi yang cukup banyak ditemukan adalah kram pada kaki.

Menurut Diah, kram dapat terjadi karena peserta kurang melakukan persiapan fisik dan pemanasan sebelum mengikuti perlombaan.

“Rata-rata pelari yang hadir hari ini mungkin kurang persiapan untuk pemanasan dan seterusnya, sehingga banyak yang mengalami kram-kram di kaki,” ujarnya.

Meski terdapat peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, kasus yang harus dirujuk ke rumah sakit disebut tidak banyak.

Tim medis juga dapat melakukan evakuasi dengan cepat sehingga peserta segera mendapatkan pertolongan.

Diah mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan lari agar mempersiapkan kondisi fisik sejak jauh hari.

Latihan secara bertahap dan pemanasan yang cukup sebelum berlari dinilai penting untuk mengurangi risiko cedera maupun gangguan kesehatan.

Petugas dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sedang bertugas di posko pelayanan kesehatan. (Ist.)

“Silakan di rumah mulai latihan fisik, tidak hanya di hari H, tetapi beberapa hari sebelumnya,” katanya.

Merdeka Run 2026 sendiri mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Jumlah peserta yang semula ditargetkan sekitar 8.000 orang meningkat menjadi 12.000 peserta.

Kegiatan tersebut juga melibatkan kelompok penyandang disabilitas yang turut menyelesaikan perlombaan hingga garis finish.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat.

Ia menilai tingginya partisipasi menunjukkan semakin kuatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga dan menjaga kebugaran.

“Berolahraga itu bagian dari investasi masa depan, yaitu kesehatan,” ungkap Erick.

Selain menjadi ajang olahraga masyarakat, Merdeka Run 2026 juga dimanfaatkan sebagai pemanasan bagi sejumlah atlet lari nasional yang dipersiapkan menghadapi kompetisi internasional, termasuk Asian Games 2026.

Dengan dukungan layanan kesehatan dan tingginya partisipasi masyarakat, Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan sehat di tengah masyarakat.