Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Tingkatkan Akuntabilitas, MAN 2 Kota Malang Petakan Risiko Fraud Bersama Itjen Kemenag

Jajaran pimpinan MAN 2 Kota Malang bersama Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI. (Ist.)

Share

POLITIKAMALANG COM – MAN 2 Kota Malang memperkuat sistem pengawasan internal untuk mencegah potensi kecurangan atau fraud di lingkungan madrasah.

Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan dan asistensi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama RI yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 5 September 2026.

Dalam kegiatan ini, MAN 2 Kota Malang melakukan pemetaan risiko melalui penyusunan Risk Register Fraud.

Pemetaan tersebut bertujuan untuk mengetahui potensi kecurangan, faktor penyebab, dampak, serta langkah pencegahannya.

Tim Itjen Kemenag RI yang melakukan pendampingan terdiri dari Muh. Mumtahin Balya Hulaimy sebagai Pengendali Teknis, Tri Kurnianto Muhamad Abdu sebagai Ketua Tim, serta Ratna Cahyaning Tyas dan Heri Muchtarom sebagai anggota.

Selain pemetaan risiko, pendampingan juga diarahkan untuk meningkatkan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK) serta memperkuat tata kelola madrasah.

Kepala MAN 2 Kota Malang menyampaikan bahwa penguatan pengendalian internal penting untuk memastikan seluruh pelayanan dan proses kerja berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.

“Pencegahan fraud merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, hasil pendampingan ini akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari penguatan budaya integritas dan perbaikan tata kelola di MAN 2 Kota Malang,” ujarnya.

Risk Register Fraud diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi dapat menjadi pedoman bagi setiap unit kerja untuk mengenali titik rawan dan melakukan pencegahan sejak dini.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MAN 2 Kota Malang memperkuat budaya antikorupsi dan mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dengan pengawasan yang semakin kuat, madrasah diharapkan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang transparan, akuntabel, dan semakin dipercaya masyarakat.