Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Wakil Wali Kota Malang Tinjau BPBD Goes to School di SMPN 17, Dorong Siswa Jadi Pelajar Siaga Bencana

Kegiatan Sosialisasi BPBD Goes to School yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, bersama jajaran BPBD beserta pengurus sekolah dan para siswa di SMP Negeri 17 Kota Malang. (Ist.)

Share

POLITIKAMALANG.COM – Pemkot Malang mulai memperkuat budaya sadar bencana dari lingkungan sekolah. Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin turun langsung meninjau program BPBD Goes to School di SMPN 17 Kota Malang, dengan fokus membekali siswa kemampuan mitigasi dan penyelamatan diri agar siap menghadapi bencana.

Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya dikenalkan pada potensi bencana di lingkungan sekitar, tetapi juga dilatih menjadi Pelajar Siaga Bencana yang mampu bertindak cepat dan tidak panik ketika situasi darurat terjadi.

Kedatangan Ali Muthohirin bersama rombongan disambut antusias oleh para guru dan siswa. Para pelajar tampak berbaris rapi di sepanjang area sekolah dan memberikan tepuk tangan saat rombongan memasuki lingkungan SMPN 17 Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin saat presentasi di hadapan para. (Ist.)

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar. Mereka juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah mitigasi serta cara menyelamatkan diri ketika menghadapi kondisi darurat.

Edukasi dikemas secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami pentingnya kesiapsiagaan. Materi kebencanaan juga diarahkan agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, rumah maupun masyarakat.

Ali Muthohirin menegaskan bahwa edukasi kebencanaan sejak usia sekolah merupakan langkah penting dalam membangun budaya siaga dan tanggap bencana.

“Edukasi kebencanaan sejak usia sekolah sangat penting untuk membangun budaya siaga dan tanggap bencana di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tegas Ali Muthohirin saat meninjau kegiatan.

Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kebencanaan. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan tidak berhenti pada diri siswa, tetapi juga dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Pemkot Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana.

Dengan pembekalan sejak dini, para pelajar diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana di lingkungan masing-masing.

Pemkot Malang berharap budaya kesiapsiagaan dapat tumbuh secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, ketika bencana sewaktu-waktu terjadi, seluruh warga sekolah dapat merespons secara tepat, cepat, dan tenang, sehingga risiko maupun dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.