Share

Picture of M. Fahrisuddin

M. Fahrisuddin

Pengusaha, penulis berita dan blogger.

Penguatan Batu Agrocreative, Langkah Strategis Pemkot Batu Kembangkan Desa Kreatif dan Gastronomi

Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menerima langsung audiensi jajaran Pemerintah Kota Batu di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta.

Share

JAKARTA, POLITIKAMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memperkuat strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengandalkan potensi lokal.

Konsep Batu Agrocreative kini didorong menjadi salah satu kekuatan untuk mengembangkan gastronomi, desa kreatif hingga green tourism.

Upaya tersebut dilakukan Wali Kota Batu Nurochman melalui audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan itu, Nurochman memaparkan arah pengembangan ekonomi kreatif Kota Batu yang tidak hanya bertumpu pada wisata buatan.

Potensi pertanian, produk pangan lokal, kreativitas masyarakat dan kekuatan desa dinilai memiliki ruang besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru.

“Kami tidak hanya ingin menonjolkan wisata buatan, tetapi juga terus mendorong perkembangan green tourism. Terkait gastronomi, yang kami kedepankan adalah penguatan ekosistemnya,” kata Nurochman.

Momentum memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, serta potensi lokal Kota Batu.

Menurutnya, sektor pariwisata Batu memiliki basis pasar yang kuat. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai sekitar 9,7 juta orang.

Meski sempat terdampak kebijakan efisiensi dan mengalami penurunan, tren kunjungan mulai kembali menunjukkan peningkatan pada 2026.

Kondisi tersebut menjadi peluang untuk memperluas konsep wisata Batu. Pengunjung tidak hanya diarahkan menikmati destinasi, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang berkaitan dengan pertanian, kuliner dan kehidupan masyarakat lokal.

Melalui Batu Agrocreative, Pemkot Batu ingin menghubungkan sektor pertanian dengan industri kreatif dan gastronomi.

Produk lokal seperti apel, jeruk, stroberi, sayuran, kopi hingga susu dapat dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata.

Dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam agenda tersebut.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong Kota Batu memperkuat keberadaan desa kreatif sekaligus mengoptimalkan creative hub sebagai ruang tumbuh bagi pelaku ekonomi kreatif.

Penguatan kelembagaan dan pendanaan juga menjadi bagian dari pembahasan. Dukungan pemerintah pusat diarahkan untuk memperkuat desa dan ruang kreatif yang dinilai memiliki potensi pengembangan ekonomi kreatif.

Bagi Kota Batu, langkah ini bukan sekadar mengejar pertumbuhan jumlah wisatawan. Pengembangan ekonomi kreatif diarahkan agar manfaat pariwisata juga semakin terasa di tingkat desa dan masyarakat.

Dengan kekuatan pertanian, pariwisata dan kreativitas lokal, Batu Agrocreative diproyeksikan menjadi jembatan untuk membawa potensi Kota Batu dari produk lokal menjadi pengalaman wisata yang memiliki daya saing lebih luas.