SURABAYA, POLITIKAMALANG.COM — PT Mentari Prima Niaga (MPN) berhasil merampungkan pembangunan Rumah Sakit Islam (RSI) Darus Syifa’ di Benowo, Kota Surabaya.
Rumah sakit empat lantai dengan luas bangunan mencapai 7.525 meter persegi itu dibangun dalam waktu sekitar 1,5 tahun.
Proyek pembangunan RSI Darus Syifa’ menjadi salah satu contoh sinergi antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
PT Mentari Prima Niaga (MPN) sendiri adalah perusahaan kontraktor dan penyedia jasa konstruksi yang berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Perusahaan ini berada langsung di bawah naungan PT Madina Mentari Utama, entitas usaha milik Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Pembangunan tersebut dipercayakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Benowo kepada PT MPN sebagai mitra pelaksana.
Direktur Utama PT MPN Achmad Mirza mengatakan, pembangunan rumah sakit dilakukan dari tahap awal, ketika fondasi bangunan belum terbentuk, hingga seluruh proses pembangunan selesai.
Menurut Mirza, kerja sama tersebut berjalan dengan suasana yang terbuka dan penuh kehangatan. Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang membuat proses pembangunan berjalan lancar.
“Di tengah kehangatan momen tersebut, saya teringat amanah untuk berbagi kebaikan sebagaimana anjuran sampaikanlah ilmu walau satu ayat. Sebagai seorang yang berkecimpung di dunia konstruksi, lewat bidang inilah saya berkontribusi. Sebab pada dasarnya, sebaik-baiknya fondasi yang kita bangun adalah rasa persaudaraan di antara kita semua,” ujar Mirza saat diwawancarai Jumat (4/9/2026).
Dalam pengerjaannya, PT MPN menerapkan prinsip clear and clean, terutama dalam pengelolaan anggaran, pengadaan material, pembukuan, hingga pelaksanaan proyek.
Keterbukaan tersebut disebut memberikan dampak terhadap efisiensi pembangunan. Bahkan, realisasi anggaran pembangunan rumah sakit disebut lebih hemat dibandingkan estimasi awal yang telah ditetapkan.
Selain membangun gedung, tim PT MPN juga memberikan pendampingan mengenai pembukuan, pelaporan perpajakan, hingga penataan alur pekerjaan proyek.
Mirza menyebut, pengurus MWCNU Benowo memberikan apresiasi terhadap proses pendampingan tersebut.
“Mereka begitu puas, termasuk ibu-ibu yang dari NU itu menyampaikan terima kasihnya karena sudah diajari oleh tim MPN terkait pembukuan, proses pelaporan perpajakan, hingga penataan alur-alur proyek yang rapi,” katanya.
Gedung RSI Darus Syifa’ kini berdiri di kawasan perbatasan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.
Serah terima gedung secara resmi dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026.
Bagi PT MPN, keberhasilan pembangunan rumah sakit tersebut bukan hanya soal menyelesaikan sebuah proyek konstruksi.
Proyek itu juga dinilai menjadi bentuk dakwah melalui karya nyata dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Kami merasa satu bentuk dakwah kami di Muhammadiyah adalah melalui sektor konstruksi. Dalam pembangunan RSI Darus Syifa’, kami masuk dengan tenang dan disambut dengan baik tanpa sedikitpun menyinggung persoalan muamalah, ibadah dan sebagainya. Murni kami berjalan bersama, berkomunikasi dan saling berdiskusi,” pungkas Mirza.



