Politikamalang.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyatakan Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kualitas layanan internet nasional, meski cakupan jaringan telah menjangkau sebagian besar wilayah berpenduduk.
Layanan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu per bulan dapat menjadi titik balik pemerataan akses digital nasional sekaligus menjawab persoalan biaya internet bagi masyarakat.
“Jaringan telekomunikasi kita sudah mampu meng-cover lebih dari 90 persen wilayah yang ada di Nusantara. Dari sisi lanskap sudah baik, tetapi kualitas internet masih harus ditingkatkan,” ujar Wamen Nezar dalam Grand Launching Ceremony Internet Rakyat di Jakarta Barat, Selasa (26/05/2026).
Wamen Nezar menyebut bahwa tantangan utama saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan perluasan cakupan jaringan, tetapi juga menyangkut kualitas layanan dan keterjangkauan harga internet bagi masyarakat.
Ia lalu menjelaskan mengenai adanya inovasi teknologi seperti “Internet Rakyat” menjadi langkah penting untuk menjembatani kesenjangan digital yang masih terjadi di berbagai daerah.

Pemerintah menilai kebutuhan terhadap akses internet cepat dan stabil semakin mendesak seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, layanan publik, kesehatan hingga ekonomi digital.
Wamen Nezar menegaskan kehadiran layanan internet dengan kecepatan tinggi dan harga terjangkau dapat menjadi solusi untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang digital yang produktif.
“Kalau kita bisa menyediakan internet 100 Mbps dengan harga Rp100 ribu, ini akan menjadi game changer. Ini bukan hanya soal koneksi internet, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan akses digital yang lebih setara,” jelasnya.
Pemerintah saat ini ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Menurut Wamen Nezar, munculnya transformasi digital nasional membutuhkan dukungan infrastruktur yang inklusif agar dapat memberikan manfaat secara merata terhadap ekonomi digital.
“Kita ingin akses digital ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas,” ungkapnya.
Wamen Nezar juga menekankan akan pentingnya kolaborasi secara sinergi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia layanan telekomunikasi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan percepatan dalam pemerataan konektivitas nasional.
Menurutnya, Indonesia sekarang memiliki tantangan geografis yang memerlukan pendekatan inovatif agar layanan internet dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efisien. Sehingga, Kementerian Komunikasi dan Digital akan melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas jaringan nasional agar mampu mendukung kebutuhan teknologi masa depan seperti artificial intelligence, layanan cloud, Internet of Things, dan pengembangan ekonomi digital nasional.
“Kebutuhan bandwidth kita ke depannya akan bertambah semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan beriringan,” pungkas Wamen Nezar.
Melalui kolaborasi pemerintah dan industri, Wamen Nezar berharap layanan internet cepat dengan harga terjangkau dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan digital, memperluas peluang usaha, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global. (Aris MF)



