SURABAYA, Politikamalang.com — Seni menjadi jembatan perjalanan panjang seorang pemimpin. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono membuka Pameran Tunggal Lukisannya di Voza Tower, Surabaya, Selasa (15/9/2026).
Hadir langsung mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, didampingi Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin.
Pameran ini menampilkan 95 karya lukis hasil goresan tangan SBY — sebagian dari ratusan karya yang telah ia buat sejak meninggalkan jabatan tertinggi di negara.
Pengabdian Tak Pernah Berhenti
Khofifah dalam sambutannya melihat pameran ini bukan sekadar peragaan seni, melainkan bukti bahwa pengabdian kepada bangsa tak terbatas pada seragam maupun kursi jabatan.
“Beliau puluhan tahun mengabdi lewat militer, lalu memimpin negara. Kini Pak SBY memilih jalur lain (seni) untuk tetap berkontribusi bagi Indonesia. Itu teladan yang luar biasa.” ujar Khofifah.
Gubernur Jatim juga menyoroti bagaimana karya-karya SBY tidak lepas dari sosok almarhumah Ani Yudhoyono, yang menjadi sumber inspirasi mendalam.
Namun lebih dari itu, lukisan-lukisannya berbicara luas tentang Indonesia (mengenai peristiwa, harapan, dan ketabahan bangsa).
Salah satu karya yang menyentuh Khofifah adalah “The Day God Test Our Faith And Courage“. Lukisan itu menampilkan Masjid Raya Baiturrahman yang tetap tegak berdiri di tengah kehancuran pascabencana Tsunami Aceh sebagai simbol iman yang tak tergoyahkan.
“Tragedi diterjemahkan menjadi kekuatan. Itulah makna seni agar mengingatkan kita untuk tetap teguh meski badai datang,” kata Khofifah.
Inspirasi Purna Tugas
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menilai semangat SBY adalah pelajaran berharga bagi generasi pemimpin: bahwa masa pensiun bukan akhir berkarya.
“Beliau sudah tak lagi di kursi kekuasaan, tapi tetap peduli dan berkontribusi. Ini menginspirasi saya, bagaimana purna tugas justru bisa menjadi masa bakti yang lebih bermakna,” ungkap Emil.
SBY sendiri menyampaikan bahwa 95 lukisan yang dipajang di Surabaya hanyalah sebagian kecil dari koleksinya.
Ia berencana menghadirkan sekitar 500 karya dalam pameran besar di Jakarta pada Desember 2026 mendatang.



