Politikamalang.com – Kawasan Jalan Nakula dan Jalan Sadewa, Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, menjadi ruang berkumpulnya masyarakat melalui gelaran Malang Srawung bertajuk Rame-Rame Kembali Malang.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–8 November 2026 ini resmi dibuka Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Rabu (4/11/2026) malam.
Kehadiran acara tersebut menjadi salah satu upaya menghidupkan budaya lokal sekaligus membuka ruang kreativitas bagi generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Wahyu mengapresiasi inisiatif pemuda, khususnya Karang Taruna RW 05 Kelurahan Polehan, yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Menurutnya, kegiatan berbasis budaya dan masyarakat seperti Malang Srawung tidak hanya memperkuat kebersamaan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga keberagaman serta kearifan lokal.
Selain menghadirkan aktivitas budaya, acara ini juga diarahkan untuk mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Keterlibatan pelaku usaha diharapkan dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memperluas pasar produk lokal.
Wahyu menilai generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, pemuda perlu memiliki kemampuan yang tidak hanya bertumpu pada pendidikan akademik, tetapi juga karakter, kreativitas, inovasi, dan kepedulian sosial.

Ia juga mendorong Karang Taruna agar terus mengembangkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kapasitas para pemuda yang dibutuhkan bukan hanya secara keilmuan maupun akademik semata; akan tetapi perlu pemuda yang berkarakter, kreatif, dan inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial, dan semangat untuk berkontribusi secara nyata dalam pembangunan,” tutur Wahyu.
BACA JUGA: Pemkab Barito Utara Jadikan Kota Malang Role Model Penguatan Tata Kelola Pemerintahan
Menurutnya, organisasi kepemudaan perlu memperluas peran, tidak hanya dalam kegiatan sosial, tetapi juga kewirausahaan, teknologi, lingkungan hidup, dan pelestarian budaya.
Melalui Malang Srawung, Pemerintah Kota Malang berharap semakin banyak anak muda yang berani mengambil peran dalam mengembangkan potensi lingkungan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Momentum seperti ini harus terus dijaga dan diperluas. Karang taruna, sebagai wadah pembinaan generasi muda, perlu terus mengembangkan kapasitas anggotanya; tidak hanya dalam aspek sosial dan kemasyarakatan, tetapi juga dalam bidang kewirausahaan, teknologi, lingkungan hidup, serta kebudayaan lokal,” pungkasnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas dan pemberdayaan ekonomi warga.



