Share

Melalui Permainan Tradisional, Pemkot Malang Ajak Masyarakat Untuk Menjaga Nilai Kearifan Lokal

Penyerahan hadiah kepada pemenang lomba.

Share

Politikamalang.com – Berbagai kegiatan perlombaan tradisional seperti permainan dakon, bola bekel hingga kartu domino yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-123 Kota Malang.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan bertambahnya usia Kota Malang, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong dalam mewujudkan Kota Malang yang mbois dan berkelas.

Maka dari itu, Pemkot Malang gelar Apel rutin Aparatur Sipil Negara (ASN) jajaran Pemkot Malang sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan lomba permainan tradisional dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang. yang dilaksanakan di halaman depan Balai Kota Malang, Senin (11/5/2026).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwasanya permainan tradisional dianggap memiliki nilai-nilai luhur yang perlu terus dijaga di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, permainan tradisional bukan hanya sekedar untuk hiburan, tetapi juga bagian dari identitas dan karakter masyarakat sebagai warisan budaya leluhur nusantara.

Wali Kota Malang lakukan foto bersama para pemenang lomba.

“Melalui permainan tradisional, kita diajak untuk terus menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas dan karakter Kota Malang,” ungkap Wahyu.

Ia menambahkan, di dalam permainan tradisional terkandung nilai kekompakan, kerja sama, sportivitas, dan semangat pantang menyerah yang relevan dengan semangat pembangunan Kota Malang saat ini.

Lebih lanjut, Wahyu menjelaskan bahwa kontribusi dalam pembangunan dapat diwujudkan melalui berbagai cara seperti menjaga budaya, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat positif pada lingkungan sosial.

“Permainan tradisional mengajarkan banyak nilai positif, mulai dari kekompakan, gotong royong, sportivitas, hingga semangat pantang menyerah,” katanya.

Nilai-nilai itu menjadi modal penting bagi Kota Malang untuk terus menghadapi berbagai tantangan pembangunan, bergerak cepat dan tuntas, serta tetap menjadi kota yang mbois dan berkelas.