Politikamalang.com – Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 diikuti oleh Ratusan anak, pelajar, guru, serta kader Muhammadiyah dan ’Aisyiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur memadati Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Sabtu (25/7/2026).
Mengusung tema semangat “Stop Kekerasan pada Anak, Dengarkan Suara Anak, Wujudkan Generasi Berkemajuan”, kegiatan ini sebagai salah satu bentuk komitmen Muhammadiyah-’Aisyiyah untuk memperkuat perlindungan, pemenuhan hak, dan partisipasi anak menuju Indonesia Emas 2045.
Rangkaian acara dimulai dengan kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat dan diikuti oleh semua peserta yang hadir.
Setelah itu, pelajar Muhammadiyah Jawa Timur membacakan 10 Maklumat Harapan Anak yang berisi aspirasi mengenai perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, pencegahan pernikahan dini, terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman, hingga peningkatan kualitas pendidikan yang merata.
Agenda berikutnya diisi Seminar Nasional Perlindungan Anak yang menghadirkan sejumlah narasumber untuk membahas penguatan kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak.
Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Umsida ditutup dengan peneguhan komitmen bersama Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk terus memperkuat sinergi dalam perlindungan anak melalui pendidikan, pengasuhan, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat sebagai fondasi lahirnya generasi Indonesia yang berkemajuan.
Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, pimpinan wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Timur, serta unsur pemerintah daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dalam penyampaiannya menjelaskan tentang perlindungan terhadap anak harus berjalan seiring dengan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.
Menurutnya, anak sebagai bentuk amanah sekaligus harapan bangsa harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, bebas dari kekerasan, memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.
“Anak adalah amanah sekaligus harapan bangsa. Pendidikan yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap anak. Mari kita ciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, mendengarkan suara anak, serta memberi mereka ruang untuk tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, cerdas, dan berkemajuan,” kata Abdul Mu’ti.
Di satu sisi, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam sambutannya menjelaskan bahwa anak merupakan investasi terbesar yang dimiliki bangsa.
Ia menekankan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak agar mampu menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Menurut Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Rukmini, mengatakan mengenai perlindungan terhadap anak adalah tanggung jawab kita bersama.
Menurutnya, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang, bebas dari segala bentuk kekerasan, serta memperoleh hak untuk didengar, belajar, dan berkembang secara optimal.
Melalui Gerakan Bersama Muhammadiyah-‘Aisyiyah Peduli Anak, Rukmini lalu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghadirkan ruang yang aman dan ramah bagi setiap anak sehingga hak-hak anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.



