POLITIKAMALANG.COM – Sebagai kota pendidikan yang mencetak puluhan ribu lulusan setiap tahunnya, Kota Malang terus berupaya menekan Tingkat Pengangguran Terbuka dari kalangan sarjana.
Menjawab tantangan tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang pada Senin, (7/9/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan komitmennya untuk memfokuskan Malang Creative Center (MCC) sebagai pusat inkubasi bisnis dan pelatihan kompetensi digital.
Pemkot Malang mengambil langkah taktis untuk menekan angka pengangguran terdidik dari kalangan lulusan perguruan tinggi melalui pengoptimalan fungsi dari MCC.
Gedung pusat ekonomi kreatif tersebut kini didorong tidak sekadar sebagai ruang kegiatan publik, melainkan difokuskan menjadi wadah inkubasi bisnis yang melahirkan wirausahawan baru serta mempercepat akselerasi karir digital bagi para lulusan muda.
Melalui program inkubasi wirausaha, Pemkot Malang memfasilitasi para sarjana untuk mematangkan ide bisnis kreatif hingga tahap komersialisasi.
Selain itu, MCC secara rutin menggelar pelatihan kompetensi digital dan upskilling di berbagai subsektor ekonomi kreatif, fasilitasi permodalan, serta memperluas konektivitas job matching dengan sektor usaha lokal maupun industri nasional.
Langkah strategis ini dirancang untuk menjembatani jurang (gap) antara kualifikasi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan industri digital masa kini.
Tak hanya berdampak sosial dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), keberadaan MCC juga memberikan kontribusi finansial yang nyata bagi daerah.
Pengelolaan gedung MCC tercatat telah menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang sebesar Rp1,7 miliar.
Melalui penyelarasan program di MCC ini, Pemkot Malang optimistis ekosistem ekonomi kreatif di Kota Malang semakin solid sekaligus menjadi solusi ampuh menyerap tenaga kerja terdidik secara berkelanjutan. (MF)



