POLITIKAMALANG.COM – Bukan sekadar organisasi pelajar, Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Malang didorong mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah.
Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib bahkan secara terbuka meminta gerakan anak muda melalui IPM terus diperluas dan diperkuat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang.
Pesan tersebut disampaikan Lathifah saat menerima audiensi jajaran Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Malang di Ruang T Pringgitan, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan itu juga mengungkap kekuatan organisasi IPM Kabupaten Malang yang kini memiliki sekitar 3.000 kader.
Jumlah tersebut menjadi modal besar bagi IPM untuk memperluas program pendampingan dan pemberdayaan pelajar, tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Malang, Muhammad Damar Ravisya, mengatakan organisasinya selama ini telah membangun kolaborasi dengan sejumlah instansi dan lembaga.
Mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Kolaborasi itu kemudian melahirkan tiga fokus gerakan IPM, yakni lingkungan hidup, dakwah dan advokasi pelajar.Program tersebut menyasar pelajar dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK.
Wabup: Jangan Hanya Bergerak di Lingkungan Muhammadiyah
Lathifah menyambut positif kiprah IPM dan meminta sinergi yang sudah terbangun dengan Pemkab Malang tidak berhenti pada program yang selama ini berjalan.
Menurutnya, IPM juga dapat membuka kolaborasi dengan perangkat daerah lainnya. Salah satunya Dinas Pendidikan, terutama untuk membantu pelajar memperoleh informasi terkait akses pendidikan dan beasiswa.
“Anak-anak muda ini memang perlu ada salah satu contohnya, keberadaan IPM ini sebagai alternatif dan wadah passion dari masing-masing,” ujar Lathifah.
Ia menegaskan pemerintah daerah memiliki kepentingan untuk mendukung ruang-ruang positif bagi generasi muda.
“Saya kira keberadaan anak-anak ini memang perlu didukung oleh pemerintah,” imbuhnya.
Dorongan tersebut sejalan dengan rencana IPM Kabupaten Malang untuk memperluas gerakan ke luar lingkungan Muhammadiyah.
Damar menegaskan, IPM ingin menjalin kerja sama dengan berbagai pihak agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Harapannya mulai hari ini hingga ke depan terus mengupayakan dapat bergerak keluar tidak hanya di lingkup Muhammadiyah,” tegas Damar.
Musyda XIII Jadi Penentu Arah Baru
Langkah tersebut bakal menjadi salah satu agenda penting dalam Musyawarah Daerah (Musyda) ke-XIII PD IPM Kabupaten Malang yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kepanjen pada 25-27 September 2026.
Musyda tidak hanya menjadi forum permusyawaratan organisasi, tetapi juga momentum untuk menentukan arah gerakan IPM Kabupaten Malang pada periode berikutnya.
Dengan dukungan sekitar 3.000 kader, IPM Kabupaten Malang kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa kekuatan organisasi pelajar tersebut mampu diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tengah masyarakat.
Targetnya jelas bukan hanya aktif di internal organisasi, tetapi ikut menjawab persoalan pelajar, lingkungan, pendidikan dan sosial di Kabupaten Malang.



