POLITIKAMALANG.COM – Sebanyak 1.061 mahasiswa terdiri dari 59 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia secara resmi diserahkan kembali usai menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN Mas).
Acara penutupan dan penarikan mahasiswa tersebut berlangsung khidmat dan penuh keseruan karena terdapat pameran hasil karya setiap kelompok Mahasiswa KKN di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (31/08/2026).
Acara penutupan ini dihadiri oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin, M.Si., Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Achmad Jainuri, Ph.D., Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang, serta jajaran Rektor dan pimpinan LPPM PTMA se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus KKN MAs Periode 2024-2026, Assoc. Prof. Ahmad Darmawan, Ph.D., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada UMM selaku tuan rumah yang telah memfasilitasi pelaksanaan KKN MAs di 101 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Rektor UMM beserta jajaran dan panitia lokal yang telah memfasilitasi 1.061 mahasiswa kami. Alhamdulillah seluruh mahasiswa ditarik kembali dalam keadaan sehat dan terlindungi oleh asuransi kesehatan,” ujar Ahmad Darmawan.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta KKN Mas untuk terus menjaga jejaring komunikasi dan silaturahmi yang telah terbangun selama pengabdian.
Menurutnya, kolaborasi lintas kampus ini merupakan modal awal lahirnya calon-calon pemimpin baru di masa depan.
“Grup komunikasi yang ada tolong tetap dihidupkan sebagai ajang silaturahmi dan kolaborasi. Saya meyakini dari 1.061 mahasiswa yang hadir hari ini, kelak ada yang menjadi rektor, bupati, menteri, bahkan Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.
Seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan tugas pengabdian ini diapresiasi atas kontribusinya menjadi duta publikasi bagi perguruan tinggi masing-masing serta membawa dampak positif bagi kemajuan masyarakat di daerah pengabdian. (Aris MF)



