Politikamalang.com — Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui penyelenggaraan Legal Career Expo yang berlangsung di Dome UMM selama 2 hari (27-28 Agustus 2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang bagi perusahaan dan institusi untuk memperkenalkan peluang kerja kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebutuhan dunia kerja dengan pendidikan tinggi.
Pihak Fakultas Hukum UMM menjelaskan, Legal Career Expo merupakan salah satu implementasi kerja sama antara perguruan tinggi dengan DUDI, termasuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa hukum.

“Tujuannya bukan hanya menghadirkan dunia usaha dan dunia industri ke kampus, tetapi yang lebih jauh adalah membangun kolaborasi antara dunia kampus dengan dunia usaha dan dunia industri,” ungkap Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) Prof. Dr. Tongat, S.H., M.Hum.
Menurutnya, adanya kolaborasi tersebut, Fakultas Hukum UMM berupaya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan dunia kerja, khususnya terhadap kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan lulusan sarjana hukum.
Kerja sama dengan DUDI juga diharapkan dapat memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum yang ada di perguruan tinggi. Sehingga, kompetensi mahasiswa dapat semakin disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.
“Dengan adanya kerja sama, mereka memberikan masukan, kritik, dan saran kepada kami. Dan, kami dapat menyesuaikan desain kurikulum dengan apa yang dibutuhkan teman-teman di dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.
Fakultas Hukum UMM menargetkan kolaborasi tersebut mampu memperpendek masa tunggu lulusan dalam memperoleh pekerjaan pertama. Berdasarkan tracer study yang dilakukan, masa tunggu lulusan untuk mendapatkan pekerjaan masih berada di kisaran enam bulan hingga satu tahun.
Dari sisi keterserapan lulusan, alumni Fakultas Hukum UMM diketahui bekerja di berbagai bidang, termasuk kantor hukum, lembaga peradilan, kejaksaan, hingga lingkungan Mahkamah Agung. Kondisi tersebut menunjukkan beragamnya peluang karier yang dapat ditempuh oleh lulusan hukum.
Selain memperkuat hubungan dengan dunia industri melalui Legal Career Expo, FH UMM juga telah memiliki berbagai program untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Salah satunya melalui program pembelajaran di luar kampus dan kegiatan magang.
Mahasiswa diberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung di berbagai kantor hukum, perusahaan, maupun institusi pemerintahan.
Program tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki pemahaman mengenai lingkungan kerja sekaligus tidak mengalami kesenjangan antara pengetahuan akademik dan praktik profesional setelah lulus.
“Magang adalah cara kita untuk memastikan mahasiswa dekat dan berkenalan dengan dunia kerjanya. Mahasiswa diterjunkan ke berbagai kantor hukum dan institusi agar setelah lulus tidak gagap menghadapi dunia kerja di bidang hukum,” jelasnya.
Ke depan, kolaborasi dengan DUDI akan terus diperkuat melalui Career Center FH UMM. Lembaga tersebut diharapkan menjadi penghubung yang memastikan komunikasi dan kerja sama antara dunia kampus dengan dunia usaha dan industri berlangsung secara intensif.
Dengan sinergi tersebut, Fakultas Hukum UMM tidak hanya berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.



