Politikamalang.com – Acara peresmian sekaligus pembukaan Museum Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Anwar Al-Cholily, Selasa, 14 Juli 2026. Acara peresmian berlangsung penuh khidmat dan kekeluargaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil, jajaran Pimpinan Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (UTM), jajaran Kepala Dinas Kabupaten Bangkalan, serta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si.
Pembukaan acara diawali oleh KH. Mohammad Faidhol Anwar. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan KH. Mohammad Makki Nasir selaku Ketua PCNU dan MUI Kabupaten Bangkalan sekaligus dzurriyah Syaikhona Muhammad Kholil.
“Semoga Museum Syaikhona Muhammad Kholil mampu mencetak generasi yang memegang nilai-nilai keagamaan dan bangsa di tengah derasnya arus global,” ujar KH. Makki Nasir.
Perwakilan Gubernur Jawa Timur yang dalam hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., memberikan apresiasi atas dibukanya museum tersebut. Menurutnya, museum ini menjadi sejarah baru dan dapat memberikan pencerahan bagi generasi muda untuk mengenal nilai-nilai Syaikhona Muhammad Kholil.
“Atas nama Gubernur Jawa Timur kami mengapresiasi setinggi-tingginya berdirinya museum ini. InsyaAllah tempat ini menjadi salah satu lokasi utama untuk mengenang jasa para leluhur dan juga bisa menjadi sarana edukasi serta destinasi wisata religi yang membanggakan, tidak hanya di Bangkalan dan Jawa Timur, tapi juga nasional,” ungkapnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan, juga menambahkan bahwa museum ini bukan hanya sekadar tempat menyimpan naskah atau manuskrip tetapi juga tersimpan karya-karya Syaikhona Muhammad Kholil.
“Ini adalah bukti bahwa masyarakat Bangkalan mencintai Syaikhona Muhammad Kholil, menghargai dan meneladani perjuangannya,” kata Pelaksana Tugas (Plt). Disbudpar Bangkalan, Eko Setiawan, S.Si, M.T.
Museum ini menyimpan koleksi berharga perjalanan dakwah Syaikhona Muhammad Kholil Abd Latif, ulama kelahiran asal Bangkalan yang pengaruhnya masih bisa dirasakan hingga sekarang. Dakwah beliau tidak hanya di bidang agama, tapi juga pendidikan, sosial, dan kebangsaan. Dan, salah satu gagasannya yang sangat melegenda adalah tulisan “Hubbul Wathan Minal Iman”.
Dalam sejarahnya, kedekatan Syaikhona dengan Raja Bangkalan saat itu menjadi representasi kokohnya kolaborasi Ulama’ dan Umaro. Kitab-kitab Sultan Kadirun dan mushalla hadiah beliau, menjadi bagian koleksi Museum Syaikhona Muhammad Kholil Abd Latif.
Jejak dakwah Syaikhona juga tidak lepas dari KH. Moh. Toha Kaffal, keponakan yang dinikahkan dengan putri beliau, Nyai Hatimah Kholil. KH. Toha Kaffal juga merupakan pengasuh kedua Pondok Pesantren rintisan Syaikhona di Jangkebuan.
Karya dan koleksi KH. Moh. Toha Kaffal turut menjadi isi museum. Puncak acara ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis oleh KH. Drs. Syafik Rofi’i, KH. Mohammad Makki Nasir, Farid Ardyansyah,SE.,MM., Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Jatim, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan.
Setelah itu seluruh undangan bersama-sama melihat dan meninjau isi museum. Dengan berdirinya Museum Syaikhona Muhammad Kholil, Bangkalan kini memiliki ruang baru untuk menjaga warisan keilmuan, spiritualitas, dan nasionalisme dari salah satu ulama besar Madura.



